7 Modus Peretasan WhatsApp yang Harus Anda Waspadai dan Cara Menghindarinya

WhatsApp
Sumber :
  • id.pinterest.com

VIVATechno – WhatsApp tetap menjadi aplikasi perpesanan paling populer di dunia, termasuk di Indonesia. 

Bahaya Lupa Amankan Data Digital, Pakar Siber Ungkap Modus Peretasan Baru!

Sayangnya, dengan popularitas yang tinggi, WhatsApp juga menjadi sasaran empuk bagi peretas dan penipu siber. 

Para pelaku kejahatan digital kini semakin kreatif dalam mencari celah untuk meretas akun pengguna tanpa terdeteksi.

Tips Memilih Tablet Android Di Bawah 3 Juta Agar Awet Dipakai 3 Tahun

Modus-modus peretasan melalui WhatsApp pun terus berkembang, sehingga penting bagi pengguna untuk selalu waspada dan mengetahui cara-cara terbaru yang digunakan oleh para peretas. 

Berikut adalah beberapa modus peretasan WhatsApp yang harus Anda waspadai agar terhindar dari ancaman tersebut:

WhatsApp Siapkan Fitur Username, Pengguna Tak Lagi Harus Bagikan Nomor HP untuk Bertukar Kontak

1.Pemalsuan Kode OTP

Salah satu modus yang sering digunakan peretas adalah meminta kode OTP (One-Time Password) yang dikirimkan ke nomor korban. 

Dengan berpura-pura menjadi pihak resmi seperti layanan pelanggan WhatsApp atau perusahaan tertentu, mereka akan mencoba meyakinkan korban untuk memberikan kode OTP yang diterima.

Jika berhasil, hacker bisa dengan mudah mengakses akun WhatsApp korban.

2. Pesan Berisi Tautan Berbahaya (Phishing)

Seringkali, hacker mengirimkan tautan palsu melalui WhatsApp yang tampak seolah-olah berasal dari situs resmi, seperti bank atau marketplace. 

Jika korban mengklik tautan tersebut dan memasukkan data pribadi, hacker bisa mencuri informasi penting seperti username, password, atau data keuangan.

3. Kloning WhatsApp dengan Aplikasi Pihak Ketiga

Modus lain yang semakin sering digunakan adalah kloning akun WhatsApp menggunakan aplikasi pihak ketiga. 

Hacker hanya memerlukan akses singkat ke ponsel korban untuk menginstal aplikasi yang memungkinkan mereka memonitor seluruh percakapan WhatsApp korban dari jarak jauh.

4. Modus “Salah Transfer”

Para peretas juga sering berpura-pura menjadi teman atau kerabat yang mengaku telah melakukan transfer uang ke rekening korban secara tidak sengaja. 

Mereka lalu meminta korban untuk segera mengembalikan dana tersebut. Modus ini sering memanfaatkan rasa empati korban yang tidak melakukan pengecekan lebih lanjut.

5. Akun WhatsApp Palsu yang Meniru Kontak Korban

Dengan menyamarkan diri sebagai orang yang dikenal korban, hacker bisa membuat akun WhatsApp palsu dengan foto profil dan nama yang sama. 

Mereka kemudian menghubungi teman atau keluarga korban dan meminta bantuan uang dengan alasan mendesak, seperti kecelakaan atau kebutuhan darurat.

Halaman Selanjutnya
img_title