POCO X8 Pro vs Tecno Camon 50 Pro 5G, Mana Lebih Layak Dibeli?

POCO X8 Pro vs Tecno Camon 50 Pro 5G, Mana Lebih Layak Dibeli?
Sumber :
  • Pinterest

VIVA Techno – Vivanians, Persaingan smartphone kelas menengah premium semakin sengit sepanjang 2026. Tidak lagi sekadar menawarkan spesifikasi tinggi, para produsen kini berlomba menghadirkan kombinasi performa, kamera, kecerdasan buatan (AI), hingga daya tahan baterai yang sesuai dengan kebutuhan pengguna sehari-hari.

Polres Garut Luncurkan 10 Trainer Paham AI, Cegah Kejahatan Berbasis AI

Di kisaran harga Rp5-6 jutaan, dua nama yang cukup mencuri perhatian adalah **POCO X8 Pro** dan **Tecno Camon 50 Pro 5G**. Keduanya menyasar segmen yang sama, tetapi memiliki pendekatan berbeda. Berdasarkan perbandingan yang dipublikasikan melalui kanal YouTube Gadget Pahlawan, masing-masing ponsel mempunyai keunggulan yang membuat calon pembeli perlu mempertimbangkan prioritas penggunaan sebelum menentukan pilihan.

Dari sisi desain, kedua perangkat sama-sama mengusung perlindungan Corning Gorilla Glass 7i serta sertifikasi ketahanan air dan debu IP66, IP68, IP69 hingga IP69K. Namun Tecno menawarkan tambahan sertifikasi standar militer, sedangkan POCO lebih mengandalkan material bodi yang terasa lebih premium berkat penggunaan rangka logam dan panel belakang kaca.

Polres Garut Luncurkan 10 Trainer Paham AI, Cegah Kejahatan Berbasis AI

Perbedaan tersebut membuat karakter keduanya cukup berbeda. POCO terasa lebih kokoh sekaligus nyaman digenggam dengan ukuran yang lebih ringkas, sementara Tecno menawarkan bodi lebih tipis dan layar melengkung yang memberi kesan elegan.

Untuk penggunaan jangka panjang, POCO menawarkan dukungan pembaruan sistem operasi hingga empat generasi dengan enam tahun pembaruan keamanan. Di sisi lain, Tecno memberikan tiga kali pembaruan Android dan lima tahun pembaruan keamanan.

7 HP Redmi Terbaik 1–2 Jutaan 2026: Baterai Jumbo, Layar 144Hz, dan Kamera 108MP

Strategi ini menunjukkan POCO lebih fokus pada umur perangkat dari sisi software, sesuatu yang kini semakin dipertimbangkan pengguna karena memperpanjang masa pakai smartphone sekaligus menjaga keamanan data.

Pada sektor konektivitas, hasil pengujian menunjukkan POCO memiliki performa transfer data yang lebih cepat, baik saat menguji jaringan WiFi maupun proses mengunggah video ke YouTube. Walaupun hasil kecepatan sinyal dapat berbeda tergantung operator dan lokasi pengguna, chipset yang lebih bertenaga membuat POCO unggul dalam aktivitas yang membutuhkan transfer data besar.

Hal tersebut menjadi nilai tambah bagi kreator konten atau pekerja yang rutin mengunggah file berukuran besar melalui ponsel.

Masuk ke pengalaman multimedia, kedua smartphone telah menggunakan panel AMOLED resolusi 1,5K dengan dukungan HDR. Namun pendekatan keduanya kembali berbeda.

Tecno menyediakan opsi menurunkan resolusi layar menjadi Full HD demi menghemat konsumsi daya. Sebaliknya, POCO menghadirkan berbagai pilihan mode warna agar tampilan multimedia terasa lebih hidup.

Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa pengalaman layar kini bukan hanya soal tingkat kecerahan atau resolusi, tetapi juga bagaimana produsen memberikan fleksibilitas sesuai preferensi pengguna.

Perbedaan menarik juga terlihat pada antarmuka. Berdasarkan pengujian tersebut, sistem HiOS milik Tecno tampil tanpa iklan sekaligus membawa lebih banyak fitur AI, mulai dari produktivitas hingga hiburan. Sementara HyperOS pada POCO masih menyertakan iklan bawaan meski dapat dinonaktifkan secara manual.

Dalam tren smartphone saat ini, keberadaan AI menjadi salah satu faktor yang mulai dipertimbangkan konsumen. Meski belum semua fitur digunakan setiap hari, ekosistem AI yang lebih lengkap berpotensi memberi nilai tambah dalam jangka panjang.

Soal performa menjadi salah satu pembeda terbesar. POCO menggunakan chipset MediaTek Dimensity 8500 Ultra yang dipadukan RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1. Sebaliknya, Tecno mengandalkan Dimensity 7400 Ultimate dengan RAM LPDDR4X dan UFS 2.2.

Hasilnya terlihat jelas ketika menjalankan game maupun benchmark. POCO menghasilkan frame rate lebih tinggi, proses rendering lebih cepat, serta skor performa yang jauh melampaui Tecno.

Namun tenaga besar tersebut juga membawa konsekuensi berupa konsumsi daya yang lebih tinggi dan suhu kerja yang meningkat ketika dipakai dalam beban berat.

Sebaliknya, Tecno justru tampil mengesankan dalam efisiensi baterai. Dengan kapasitas yang sama-sama mencapai 6.500 mAh menggunakan teknologi silikon karbon, Tecno mampu mempertahankan sisa daya jauh lebih besar selama pengujian intensif.

Bagi pengguna yang sering bepergian atau tidak selalu dekat dengan colokan listrik, efisiensi seperti ini tentu menjadi keuntungan nyata. Terlebih Tecno juga telah menyediakan fitur bypass charging yang berguna saat bermain game sambil mengisi daya.

Meski demikian, POCO membalas lewat dukungan pengisian cepat 100W yang mampu mengisi baterai penuh dalam waktu sekitar 50 menit. Tecno membutuhkan waktu lebih lama karena menggunakan pengisian daya 45W.

Pada sektor kamera, karakter kedua smartphone kembali berbeda.

Tecno lebih menonjol berkat kamera telefoto, kemampuan zoom yang lebih jauh, kamera depan 50 MP dengan autofocus, serta dukungan AI yang dinilai lebih matang dalam mengolah hasil foto.

Kelebihan tersebut membuat Tecno lebih menarik bagi pengguna yang gemar fotografi maupun membuat konten selfie dan video pendek.

Di sisi lain, POCO tampil lebih unggul dalam perekaman video. Perangkat ini mampu merekam hingga resolusi 4K 60 fps dengan stabilisasi yang dinilai lebih baik serta reproduksi warna yang lebih konsisten dibanding pesaingnya.

Bagi kreator video yang lebih sering merekam menggunakan kamera belakang, keunggulan tersebut menjadi nilai penting karena hasil rekaman terlihat lebih stabil tanpa harus bergantung pada perangkat tambahan.

Berdasarkan keseluruhan pengujian dari Gadget Pahlawan, POCO X8 Pro memperoleh skor akhir sedikit lebih tinggi dibanding Tecno Camon 50 Pro 5G.

Meski demikian, hasil tersebut tidak berarti Tecno kalah telak. Justru kedua smartphone memiliki target pengguna yang berbeda.

POCO X8 Pro lebih cocok bagi mereka yang mengutamakan performa, gaming, pengisian daya cepat, dan kemampuan merekam video. Sementara Tecno Camon 50 Pro 5G lebih menarik bagi pengguna yang menginginkan baterai tahan lama, pengalaman AI lebih lengkap, serta kemampuan fotografi terutama kamera selfie dan telefoto.

Ke depan, persaingan smartphone kelas menengah diperkirakan tidak lagi hanya ditentukan oleh chipset tercepat. Integrasi AI, efisiensi daya, kualitas kamera berbasis software, serta jaminan pembaruan sistem akan menjadi faktor yang semakin menentukan keputusan konsumen saat memilih perangkat baru.*