Galaxy Z Fold 7 2026, Kamera Biasa Harga Sultan, Layak Dibeli atau Overprice?
VIVATechno - Samsung melalui Samsung Electronics menghadirkan Galaxy Z Fold 7 sebagai foldable flagship paling premium di pasar Indonesia per April 2026.
Perangkat ini menonjol dari sisi desain, layar besar, dan produktivitas, namun mulai dipertanyakan dari sisi kamera jika dibandingkan dengan flagship non-foldable di kelas harga serupa.
Bagi pengguna, hal ini berdampak langsung pada keputusan pembelian: apakah membayar di atas Rp28 juta untuk inovasi layar lipat masih relevan jika kualitas kamera tidak jauh melampaui flagship konvensional?.
Galaxy Z Fold 7 resmi diperkenalkan pada 9 Juli 2025 dalam event Galaxy Unpacked dan mulai tersedia global termasuk Indonesia pada Juli 2025.
Keunggulan utama perangkat ini terletak pada form factor foldable dengan layar utama hingga 8 inci yang berfungsi seperti tablet, didukung sistem operasi Android 16 dengan One UI 8 serta integrasi Galaxy AI untuk multitasking.
Namun yang menarik, meski membawa kamera 200MP, sejumlah pengujian menyebut perangkat ini lebih unggul di sisi produktivitas dan pengalaman layar dibandingkan performa fotografi murni, terutama jika dibandingkan flagship kamera seperti seri Ultra atau iPhone Pro.
Spesifikasi Utama Galaxy Z Fold 7
- Layar utama: 8.0–8.2 inci Dynamic AMOLED 2X, 120Hz
- Layar cover: 6.5 inci AMOLED, 120Hz
- Chipset: Snapdragon 8 Elite for Galaxy (3nm)
- RAM: 12GB / 16GB
- Storage: 256GB / 512GB / 1TB
- Kamera belakang: 200MP (wide, OIS), 12MP (ultrawide), 10MP (telephoto 3x zoom)
- Kamera depan: 10MP + 4MP under display
- Baterai: 4.400 mAh, 25W fast charging, wireless charging
- OS: Android 16 (One UI 8)
- Berat: ±215 gram
- Harga Indonesia (April 2026): 256GB ± Rp28.499.000, 512GB ± Rp31.499.000
Harga ini menempatkan Fold 7 sebagai salah satu smartphone termahal di pasar saat ini.
Kamera Biasa di Harga Premium?
Secara teknis, kamera 200MP pada Fold 7 memang flagship, tetapi pendekatan Samsung berbeda, perangkat ini tidak difokuskan sebagai “camera-first phone”.
Beberapa pengujian global menempatkan Fold 7 lebih unggul pada multitasking dan produktivitas, pengalaman layar besar, editing foto/video langsung di device.
Sementara dari sisi fotografi murni hasil masih kompetitif, tetapi tidak selalu terbaik, Zoom dan konsistensi kalah dari seri Ultra.
Optimalisasi AI lebih fokus ke usability, bukan pure imaging, kamera Fold 7 tidak buruk tetapi tidak menjadi alasan utama membeli perangkat ini.