Harga Rp2 Jutaan Tapi Kamera 108 MP, Ini Rekomendasi Terbaik
- id.pinterest.com
VIVATechno - Kamera 108 megapiksel (MP) kini tidak lagi eksklusif untuk ponsel kelas flagship.
Sejumlah produsen smartphone menghadirkan sensor kamera resolusi tinggi tersebut pada ponsel kelas menengah hingga entry-level dengan harga terjangkau pada 2026.
Berdasarkan data pasar dan daftar produk terbaru per Januari 2026, sejumlah merek seperti Xiaomi, Infinix, Tecno, hingga realme sudah menghadirkan ponsel kamera 108 MP di kisaran harga Rp1–3 jutaan di Indonesia.
Berikut rekomendasi ponsel kamera 108 MP murah yang layak dipertimbangkan.
Redmi Note 14 Series
Xiaomi masih menjadi salah satu pemain utama dalam segmen kamera resolusi tinggi di kelas menengah. Seri Redmi Note terbaru membawa sensor 108 MP dengan fitur stabilisasi dan AI photography untuk meningkatkan kualitas foto di berbagai kondisi cahaya.
Harga varian tertentu berada di kisaran Rp2,4 juta hingga Rp3 jutaan tergantung konfigurasi RAM dan memori internal.
Tecno Spark 30 Pro dan Tecno Pova Series
Tecno menghadirkan kamera 108 MP pada lini Spark dan Pova dengan fokus pada pengguna entry-level yang menginginkan fotografi resolusi tinggi.
Selain kamera utama besar, ponsel ini dibekali layar AMOLED dan baterai berkapasitas besar untuk penggunaan harian.
Harga Tecno Spark 30 Pro berada di kisaran Rp2 jutaan, sementara seri Pova dengan kamera 108 MP dijual sekitar Rp2,3 jutaan hingga Rp2,7 jutaan.
Merek nubia juga menghadirkan kamera 108 MP pada ponsel kelas menengah. Model ini menawarkan RAM besar dan memori internal luas, serta fast charging 33W. Harga nubia V70 NFC tercatat sekitar Rp2 jutaan pada Januari 2026.
realme 11 dan realme 12 Series
realme turut menghadirkan kamera 108 MP melalui seri realme 11 dan realme 12 dengan fitur portrait zoom dan AI camera. Ponsel ini menyasar pengguna yang gemar fotografi sosial media dengan harga sekitar Rp2 jutaan hingga Rp3 jutaan.
Tren Kamera 108 MP di Smartphone 2026
Kamera 108 MP semakin umum di segmen harga menengah karena teknologi sensor semakin murah dan kompetisi antar vendor semakin ketat.
Produsen mengombinasikan resolusi tinggi dengan AI processing untuk meningkatkan detail foto dan dynamic range, meski kualitas akhir tetap bergantung pada sensor size dan software image processing.