Gagal Jadi Polisi, Pemuda Kalbar Ini Kini Raup Cuan dari Dunia Digital

Dulu Kecewa Tak Lolos Polisi, Kini Akunnya Ditonton 47 Juta Kali
Sumber :
  • Istimewa

VIVA - Kegagalan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjalanan. Bagi Falintino (25), pemuda asal Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pengalaman gagal lolos seleksi anggota kepolisian justru menjadi titik balik yang membawanya menuju karier baru sebagai kreator digital.

img_title Bongkar Setup Trading Otomatis: Cara Pantau Ribuan Aset Kripto dalam Hitungan Detik

Sebelum dikenal di berbagai platform media sosial, Falintino memiliki cita-cita menjadi anggota Polri. Ia mengikuti proses seleksi pada 2020 dan kembali mencoba pada 2021. Namun, upayanya tersebut belum membuahkan hasil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi itu sempat menjadi tantangan besar dalam hidupnya. Setelah gagal mewujudkan impian menjadi polisi, Falintino memilih tetap produktif dengan bekerja menjual makanan selama lebih dari dua tahun sambil mencari peluang lain yang dapat dikembangkan.

img_title 3 Syarat Mutlak Agar Uang di Bank Dijamin Sepenuhnya oleh LPS

“Saya pernah gagal mencapai cita-cita yang saya inginkan. Saat itu tentu ada rasa kecewa, tetapi saya mencoba tetap mencari jalan lain dan terus belajar,” ujar Falintino.

Ketertarikan pada Dunia Digital Sudah Muncul Sejak SMP

img_title Bawa Baterai Monster 10.000mAh, Xiaomi Hancurkan Standar HP 5G

Ketertarikan Falintino terhadap dunia digital sebenarnya bukan hal baru. Sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, ia telah mengikuti perkembangan internet dan platform digital yang saat itu mulai berkembang pesat di Indonesia.

Menurutnya, dunia digital menawarkan ruang yang luas bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Ketertarikan tersebut kemudian mendorongnya untuk mencoba berbagai bentuk konten di media sosial.

Namun, perjalanan sebagai kreator tidak selalu berjalan mulus. Saat berusia 15 tahun, Falintino pernah berhasil memperoleh monetisasi dari kanal YouTube yang dikelolanya dalam waktu relatif singkat.

Pernah Kehilangan Monetisasi karena Pelanggaran Hak Cipta

Kesuksesan awal tersebut tidak berlangsung lama. Monetisasi kanal YouTube miliknya dicabut akibat pelanggaran hak cipta. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting yang membentuk pemahamannya mengenai aturan platform digital dan pentingnya menghasilkan konten yang orisinal.

Alih-alih menyerah, Falintino memilih memperbaiki strategi dan terus belajar mengenai industri kreatif digital. Ia mulai membangun kembali kanal dan akun media sosialnya dengan pendekatan yang lebih terarah.

Upaya yang dilakukan secara konsisten akhirnya mulai menunjukkan hasil. Kanal YouTube yang dikelolanya kini memiliki lebih dari 120 ribu pelanggan dan telah mendapatkan penghargaan Silver Play Button.

Di platform TikTok, akun @aprilfullskin yang ia kelola juga mencatat pertumbuhan signifikan. Akun tersebut telah memiliki lebih dari 339 ribu pengikut dengan total lebih dari 47 juta tayangan dalam satu tahun terakhir.

Bagi Falintino, perkembangan teknologi membuka banyak peluang baru bagi anak muda untuk membangun karier di luar jalur pekerjaan konvensional.

“Yang paling penting adalah memiliki tujuan dan terus belajar. Kegagalan pasti ada, tetapi kita harus bisa mengambil pelajaran dari setiap proses yang dijalani,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, Falintino aktif sebagai kreator konten dan streamer dengan sumber pendapatan utama berasal dari aktivitas digital. Ia berharap semakin banyak generasi muda berani memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan potensi diri dan menciptakan peluang baru.

“Kita tidak selalu berhasil pada jalan pertama yang dipilih. Kadang ada jalan lain yang ternyata membawa kita pada peluang yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya,” ujar Falintino.*