Bola Pintar FIFA Bisa Deteksi Offside dalam Sekejap, Begini Cara Kerjanya

Bagaimana Lenovo Bikin Siaran Piala Dunia 2026 Tayang Hanya 5 Detik?
Sumber :
  • Pinterest

 

img_title XLSMART dan REMIND Pasang Mesin Otomatis Pengumpul Sampah Gadget di ITB

Cirebon, VIVA Techno - Vivanians, selama bertahun-tahun keputusan offside menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sepak bola. Selisih beberapa sentimeter saja bisa memicu perdebatan panjang antara pemain, pelatih, hingga jutaan suporter di seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun di era Piala Dunia FIFA 2026, teknologi mulai mengambil peran yang jauh lebih besar. Salah satu inovasi paling menarik adalah penggunaan bola pintar yang mampu mengirim data secara real-time untuk membantu sistem mendeteksi offside dengan kecepatan luar biasa.

img_title Bukan Sekadar Sosialisasi, Polres Garut Cetak Pioner Paham AI di Kalangan Pelajar

Bukan Bola Biasa, Ada Sensor Canggih di Dalamnya

Sekilas, bola resmi FIFA terlihat sama seperti bola sepak pada umumnya. Namun di dalamnya tertanam sensor khusus yang mampu merekam pergerakan bola secara presisi.

img_title Polres Garut Luncurkan 10 Trainer Paham AI, Cegah Kejahatan Berbasis AI

Sensor ini bekerja dengan mengirimkan data ratusan kali setiap detik ke sistem analisis pertandingan. Ketika seorang pemain mengoper bola, sistem langsung mengetahui kapan sentuhan terakhir terjadi dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.

Informasi tersebut kemudian dikombinasikan dengan teknologi pelacakan pemain yang dipasang di stadion.

Cara Kerja Deteksi Offside Modern

Sebelumnya, wasit video harus memeriksa tayangan berulang untuk menentukan momen tepat saat bola dimainkan. Proses ini sering memakan waktu dan memunculkan perdebatan. Kini, bola pintar memberikan data yang jauh lebih presisi.

Saat umpan dilepaskan, sensor dalam bola langsung mengirim sinyal ke sistem semi-automated offside. Pada saat yang sama, puluhan kamera di stadion melacak posisi setiap pemain di lapangan.

Kecerdasan buatan kemudian menggabungkan seluruh data tersebut untuk menghitung apakah pemain penerima umpan berada dalam posisi offside atau tidak. Hasilnya dapat muncul hanya dalam hitungan detik, jauh lebih cepat dibanding metode sebelumnya.

AI dan Data Real-Time Jadi Kunci

Keunggulan terbesar teknologi ini bukan hanya kecepatan, tetapi juga konsistensi keputusan. Dengan bantuan AI, sistem mampu memproses jutaan titik data selama pertandingan berlangsung. Teknologi tersebut membantu mengurangi kemungkinan kesalahan manusia saat menentukan momen sentuhan bola maupun posisi pemain.

FIFA meyakini kombinasi sensor bola, kamera pelacak, dan kecerdasan buatan dapat membuat keputusan offside menjadi lebih transparan dan mudah dipahami.

Penonton Juga Bisa Melihat Prosesnya

Menariknya, teknologi ini tidak hanya membantu wasit. Data yang dihasilkan sistem dapat diubah menjadi visualisasi 3D yang memperlihatkan posisi pemain, garis offside, hingga momen bola disentuh.

Visual tersebut kemudian ditampilkan kepada penonton di stadion maupun pemirsa televisi sehingga keputusan yang diambil lebih mudah dipahami.

Masa Depan Sepak Bola Semakin Digital

Piala Dunia FIFA 2026 menjadi salah satu ajang terbesar yang menunjukkan bagaimana teknologi kini menjadi bagian penting dari sepak bola modern. Dari bola pintar, kamera berkecepatan tinggi, hingga AI yang bekerja secara real-time, semuanya dirancang untuk membuat pertandingan berlangsung lebih adil dan minim kontroversi.

Meski perdebatan soal offside mungkin tidak akan pernah benar-benar hilang, setidaknya teknologi baru ini membuat keputusan bisa diambil lebih cepat, lebih akurat, dan lebih transparan dibanding sebelumnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sumber: FIFA Technology, FIFA World Cup 2026 Technology Briefing, dan berbagai laporan resmi terkait Semi-Automated Offside Technology (SAOT).*