Turkish Aerospace Ungkap Potensi Indonesia dalam Rantai Pasok Industri Dirgantara Global
- Istimewa
VIVA - PT Turkish Aerospace Indonesia (TAID) menggelar Indonesia Aerospace Ecosystem Forum 2026 (IAEF 2026) sebagai upaya memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan dalam pengembangan industri dirgantara nasional.
Mengusung tema “Shaping a Sustainable Ecosystem” dengan semangat “One Future. One Ecosystem. One Standard”, forum tersebut mempertemukan pelaku industri, pemerintah, akademisi, lembaga pendukung, serta mitra internasional untuk membahas penguatan ekosistem dirgantara Indonesia.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah institusi dan perusahaan, di antaranya Kementerian PPN/Bappenas, PT GMF AeroAsia Tbk, PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB), serta berbagai pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam pengembangan sektor dirgantara.
Industri Dirgantara Global Mengalami Transformasi
Dalam beberapa tahun terakhir, industri dirgantara global menghadapi berbagai perubahan, mulai dari meningkatnya kebutuhan produksi, penyesuaian rantai pasok internasional, percepatan inovasi teknologi, hingga tuntutan kualitas dan keselamatan yang semakin tinggi.
Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi negara yang memiliki kapasitas industri dan ekosistem yang mampu memenuhi standar internasional untuk berpartisipasi lebih besar dalam rantai pasok global.
Managing Director PT Turkish Aerospace Indonesia, Adi Aviantoro, mengatakan forum ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak guna memperkuat kapasitas industri nasional.
“Melalui IAEF 2026, kami ingin mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu platform kolaborasi untuk memperkuat ekosistem dirgantara nasional, meningkatkan kapabilitas industri, serta membuka lebih banyak peluang bagi perusahaan Indonesia untuk berpartisipasi dalam rantai pasok global,” ujarnya.
TAID Libatkan Perusahaan Nasional dalam Proyek Industri
Turkish Aerospace (TUSAŞ) memilih Indonesia sebagai salah satu pusat strategis di Asia Tenggara untuk mendukung kebutuhan layanan rekayasa (engineering services) sejak 2022. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pendirian PT Turkish Aerospace Indonesia yang mulai beroperasi pada 2023.
Sejak memperoleh sertifikasi pada November 2024, TAID melibatkan sejumlah perusahaan nasional yang memiliki kompetensi di bidang machining, special process, engineering services dan layanan manufaktur lainnya untuk mendukung berbagai proyek Turkish Aerospace.
Industrialization Operations Manager Turkish Aerospace, Emrah Ekri, menilai Indonesia memiliki sejumlah faktor yang mendukung pengembangan industri dirgantara, termasuk sumber daya manusia dan kapasitas industri yang terus berkembang.
Menurutnya, penguatan ekosistem yang berkelanjutan dapat mendukung peningkatan peran Indonesia dalam rantai pasok industri dirgantara internasional.
Tantangan Industri Masih Perlu Diperkuat
Meski melihat potensi yang menjanjikan, TAID menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian.
Beberapa di antaranya meliputi peningkatan kapabilitas teknis, harmonisasi standar kualitas, sertifikasi industri, pengembangan sumber daya manusia, serta kesiapan operasional untuk memenuhi kebutuhan pasar global.
Ketua Indonesian Aerospace Community (INACOM), J. Adi Sasongko, mengatakan forum semacam ini penting untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antar-pelaku industri.
“IAEF 2026 menjadi forum yang sangat penting karena mempertemukan seluruh pemangku kepentingan industri dirgantara dalam satu platform kolaborasi,” katanya.
Selain sesi diskusi, IAEF 2026 juga menghadirkan jajaran eksekutif Turkish Aerospace dari bidang aerostructure, supply chain, quality, dan special manufacturing.
Kehadiran para pelaku industri tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan industri global, standar kualitas internasional, serta peluang kerja sama yang dapat diakses perusahaan Indonesia.
Melalui forum ini, TAID menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan ekosistem dirgantara nasional dan peningkatan daya saing industri Indonesia di tingkat global.*