Pasar EV Indonesia Makin Panas, ModalSaham Perkuat Pembiayaan
- Nasmoco
CEO ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi menyebut industri kendaraan listrik memiliki karakter pembiayaan yang berbeda dibanding sektor perdagangan konvensional.
Menurut Reza, perusahaan EV membutuhkan modal kerja lebih besar karena harus menjaga stok, layanan, distribusi, hingga menghadapi risiko perubahan harga komponen dan permintaan pasar yang fluktuatif.
“Pembiayaan di sektor EV harus diarahkan pada kebutuhan yang produktif dan terukur. Fokus kami membantu perusahaan memperkuat cash flow dan menjaga kelancaran operasional,” kata Reza.
ModalSaham sendiri menawarkan berbagai skema pembiayaan mulai dari invoice financing, purchase order financing, project financing, supply chain financing, inventory financing, working capital financing, employee financing, hingga equity financing.
Subsidi dan Regulasi untuk Adopsi EV
Selain pembiayaan, PT Kerja Sama Harmonis juga menilai dukungan pemerintah melalui regulasi dan subsidi kendaraan listrik masih menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi EV nasional.
Kasmar mengatakan subsidi dapat membantu menekan biaya awal kepemilikan kendaraan listrik yang selama ini menjadi hambatan utama konsumen.
Menurutnya, jika distribusi kuat dan konsumen semakin percaya terhadap layanan kendaraan listrik, maka pertumbuhan pasar EV Indonesia akan berkembang lebih alami dan berkelanjutan.*