Fast Track Financing 2026 Dibuka, Cari 7 Perusahaan B2B Pembiayaan Tembus 80 Miliar
- Istimewa
Pembiayaan yang diberikan dapat digunakan untuk modal kerja maupun pembelian aset produktif seperti kantor, gudang, kendaraan operasional, alat berat, mesin produksi, hingga fasilitas pabrik.
Dana tersebut diarahkan langsung untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan efisiensi operasional perusahaan. Reza menjelaskan, ModalSaham kini tidak hanya menilai aset sebagai jaminan utama, tetapi juga melihat kualitas transaksi bisnis dan kesehatan arus kas perusahaan.
Model pembiayaan tersebut lahir karena banyak perusahaan B2B memiliki kontrak bisnis sehat namun belum memiliki aset yang cukup besar sebagai agunan ekspansi.
Batch I Suksesor Omzet Perusahaan
Model pembiayaan tersebut sebelumnya telah diuji melalui Fast Track Financing Batch I-2025. Dalam program itu, ModalSaham menyalurkan pembiayaan Rp40 miliar kepada sejumlah perusahaan dari sektor kendaraan listrik, logistik, konstruksi, fabrikasi, pangan, teknologi, hingga outsourcing.
Sejumlah perusahaan penerima pembiayaan disebut berhasil membeli gudang, kantor, kendaraan operasional, hingga fasilitas produksi secara tunai. Bahkan, beberapa peserta mencatat pertumbuhan omzet hingga dua sampai tiga kali lipat dalam waktu satu tahun.
“Kami tidak ingin perusahaan datang hanya karena melihat angka Rp100 Miliar. Angka besar bisa membantu, tetapi juga bisa membebani kalau bisnis belum siap. Perusahaan harus mampu menjelaskan untuk apa dana dipakai, kapan hasilnya terlihat, dan bagaimana pembiayaan itu kembali melalui aktivitas usaha,” ujar Reza.
Menurut Reza, keberhasilan pembiayaan tidak hanya diukur dari pencairan dana, tetapi dampaknya terhadap peningkatan produktivitas bisnis. Mesin produksi dinilai mampu meningkatkan kapasitas, sementara kendaraan operasional mempercepat distribusi dan rantai pasok perusahaan.
Reza juga menekankan pentingnya kesiapan bisnis menuju standar korporasi yang lebih matang, termasuk kemungkinan melantai di Bursa Efek Indonesia pada masa mendatang.
Ia menyebut, perusahaan yang ingin berkembang perlu mulai menata laporan keuangan, tata kelola perusahaan, aset, serta arah pertumbuhan bisnis sejak dini. Pendekatan tersebut juga diperkuat dengan pengalaman Reza di bidang pasar modal dan pembiayaan korporasi.
“Kalau bisnis belum bisa meyakinkan lingkar terdekat, jangan langsung berharap institusi percaya. 3F adalah ujian awal. Dari sana pendiri belajar memakai dana kecil secara bertanggung jawab, mencatat hasilnya dan menunjukkan bahwa usahanya benar-benar proven”, tegas Reza.