Fitur Artifacts di Claude 3.5 Sonnet Hadirkan Simulasi Real Time Coding

Claude 3.5 Sonnet
Sumber :
  • id.pinterest.com

VIVATechnoClaude 3.5 Sonnet hadir sebagai model AI terbaru yang menggemparkan dunia teknologi dengan kemampuan generatif coding secara real-time melalui fitur Artifacts.

Polres Garut Luncurkan 10 Trainer Paham AI, Cegah Kejahatan Berbasis AI

Model AI terbaru ini diklaim sebagai yang paling cerdas di antara model-model AI lainnya.

Fitur Artifacts menjadi pembeda utama Claude 3.5 Sonnet dari AI lainnya.

5 Tablet Berfitur AI Lokal Terbaik Agustus 2026: Pengganti Laptop Cerdas

"Claude ini adalah salah satu AI yang terbaru yang mereka sampai bikin ChatGPT ketar-ketir," ungkap reviewer dalam video Daunnet Media.

Keunggulan utama fitur Artifacts terletak pada kemampuannya mensimulasikan dan memberikan feedback secara real-time.

Huawei MatePad Mini Meluncur: Bodi 5,2mm, OLED 120Hz, dan Baterai 6.400 mAh

Claude 3.5 Sonnet

Photo :
  • id.pinterest.com

Dalam pengujian langsung, Claude 3.5 Sonnet berhasil membuat aplikasi kalkulator sederhana dengan tampilan iOS style.

Sistem ini mampu merespons permintaan perubahan warna dan desain secara instan.

Kemampuan lain yang ditunjukkan adalah pembuatan simulasi bola dengan gerakan acak yang dapat dipengaruhi oleh pergerakan mouse.

Claude 3.5 Sonnet juga berhasil mengembangkan pemutar MP3 lengkap dengan antarmuka yang dapat disesuaikan.

"Ini mantap banget fiturnya benar-benar gila, gua ngerasa ini bisa jadi satu terobosan baru ya dalam industri," tambah reviewer tersebut.

Sistem ini bahkan mampu membuat aplikasi minimarket sederhana lengkap dengan fitur pengecekan stok.

Dalam demonstrasi, AI ini menunjukkan kemampuan membuat interface yang responsif dengan menu produk, stok, dan harga.

Potensi penggunaan Claude 3.5 Sonnet tidak terbatas pada pengembangan aplikasi saja.

Tool ini dapat dimanfaatkan untuk keperluan presentasi tanpa perlu mengembangkan aplikasi secara penuh.

"Untuk presentasi bikin aplikasi juga bisa gitu enggak harus sampai ke tahapan bikin sampai full gitu toh tugasnya orang back end gitu orang full stack juga bisa," jelas reviewer dalam video tersebut.