BPJPH Kalahkan Semua Lembaga Negara di TikTok dan Instagram

Kepala BPJPH RI, Ahmad Haikal Hasan
Sumber :
  • bpjph.halal.go.id

VIVATechno – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) resmi dinobatkan sebagai lembaga negara dengan engagement rate media sosial tertinggi di Indonesia, berdasarkan riset nasional terbaru yang dirilis Universitas Ma’soem pada Oktober 2025.

img_title Kreator TikTok Wajib Tahu! Fitur Kamera iPhone 17 Pro Max Ini Bikin FYP Berubah

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Riset bertajuk Digital Public Perception 2025 itu dilakukan oleh Dr. H. Tonton Taufik Rachman, ST., MBA, Wakil Rektor Universitas Ma’soem, yang memimpin tim analisis aktivitas digital berbagai badan pemerintah di empat platform utama: Instagram, TikTok, X (Twitter), dan YouTube.

img_title Trafik Video Sepi? Coba Fitur Integrasi Medsos Baru Google Search Central!

 

Hasilnya BPJPH unggul di semua platform utama dengan capaian engagement rate tertinggi di Indonesia TikTok: 7,82 persen (tertinggi dan jauh di atas rata-rata nasional), Instagram: 4,37 persen, YouTube: 3,26 persen dan Twitter (X) 2,15 persen.

img_title Trik Rahasia Hapus Jejak Aktivitas TikTok dan Instagram Tanpa Hapus Akun

 

“Engagement rate bukan sekadar angka, tapi cermin nyata perhatian dan kepercayaan publik terhadap lembaga,” ujar Dr. Taufik. 

 

Ia menegaskan, capaian BPJPH menjadi bukti kuat bahwa komunikasi publik berbasis data dapat memperkuat citra dan kepercayaan masyarakat.

 

Strategi Digital BPJPH Dianggap Sukses

Dalam riset itu, BPJPH dinilai berhasil mengelola interaksi publik secara efektif dan humanis, terutama melalui konten edukatif tentang jaminan produk halal.


Dr. Taufik menambahkan, tingginya interaksi masyarakat menunjukkan bahwa isu halal kini menjadi perhatian utama di ranah digital, dan BPJPH mampu menjembatani kebutuhan informasi dengan pendekatan yang relevan dan mudah diakses.

 

“Masyarakat menilai program BPJPH sesuai kebutuhan mereka. Itu yang membuat engagement nya tinggi,” jelasnya.

 

Data Digital Gantikan Metode Lama

Riset Universitas Ma’soem juga menegaskan bahwa social media analytics kini menjadi alat ilmiah baru dalam mengukur kinerja komunikasi pemerintah.


“Dengan data digital, kita bisa menilai persepsi publik secara objektif, real-time, dan terukur,” ujar Dr. Taufik.

 

Metode ini dinilai lebih akurat dibandingkan survei konvensional karena mampu memantau respons publik terhadap setiap unggahan, kebijakan, hingga kampanye digital lembaga negara.

 

Contoh Baik bagi Instansi Lain

Hasil riset ini diharapkan menjadi referensi strategis bagi instansi pemerintah lain untuk memperkuat strategi komunikasi digitalnya.


BPJPH disebut berhasil menampilkan model komunikasi yang inklusif, transparan, dan interaktif, menjadikannya contoh “best practice” bagi lembaga publik di era transformasi digital.

 

Sebagai lembaga akademik, Universitas Ma’soem berkomitmen melanjutkan riset berbasis data sosial digital untuk mendukung transparansi dan peningkatan kepercayaan publik terhadap instansi pemerintah.

 

“Keberhasilan BPJPH ini membuktikan bahwa komunikasi publik yang humanis dan berbasis data bisa memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat,” tutup Dr. Taufik.

 

Menurut hasil riset, engagement rate kini menjadi indikator penting dalam mengukur efektivitas komunikasi pemerintah. 

 

Melalui data interaksi publik, instansi dapat mengetahui konten mana yang paling menarik, pesan apa yang paling dipahami, dan isu apa yang memerlukan klarifikasi lebih lanjut.

 

“Dengan mengetahui engagement rate, instansi bisa segera menyesuaikan strategi komunikasi agar lebih tepat sasaran,” tambah Dr. Taufik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

BPJPH menjadi contoh nyata bahwa data analytics bukan hanya alat statistik, tapi jembatan untuk membangun kepercayaan publik.