Telkom dan Box Hill Institute Australia Ubah Pendidikan dengan Kerjasama Global

MoU Box Hill Institute
Sumber :
  • Pinterest

 

Portal Baru Bongkar Dugaan Kebocoran Dana PIP, Warga Bisa Lapor Langsung ke Kejaksaan

VIVATechno - SMK Telkom Malang menjalin nota kerjasama (MoU) dengan Box Hill Institute (BHI), Australia, untuk meningkatkan potensi dan peluang bagi civitas akademika di sekolah tersebut. 

Kerjasama ini meliputi kelanjutan pendidikan diploma/sarjana, sertifikasi internasional guru SMK, penyusunan kurikulum, hingga pengiriman pelajar.

Panduan Memilih Tablet Pelajar Terbaik 2026: Investasi Pintar untuk Edukasi Masa Depan

Rahmat Dwi Djatmiko, Kepala SMK Telkom Malang, mengatakan bahwa kerjasama ini memungkinkan pengakuan kredit untuk mempercepat pendidikan, khususnya di bidang cybersecurity. 

“Kolaborasi ini memungkinkan pengakuan kredit untuk mempercepat pendidikan, khususnya di bidang cybersecurity. Kami akan bahas lebih detail skema pendidikannya baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang,” katanya, Sabtu 28 Juni 2025.

615 Proposal Masuk, Ini Inovasi Pemenang Hackathon Rumah Pendidikan 2025

John Qiu, Direktur International Boxhill Institute, mengatakan bahwa kerjasama ini membuka peluang bagi pengajar Boxhill untuk terlibat langsung dalam penyelarasan kurikulum dan mengajar di SMK Telkom Malang. 

"Program student mobility juga akan kami wujudkan sebagai bagian dari kerjasama ini," terangnya.

Box Hill Institute akan menerapkan sertifikasi internasional bagi guru-guru SMK Telkom dengan materi pelatihan praktis berbasis industri terkini.

Rahmat menjelaskan bahwa kerjasama ini merupakan langkah strategis SMK Telkom Malang dalam menjawab visi besar untuk bersaing global.

Sekjen Komdigi, Ismail, menjelaskan bahwa MoU ini sangat penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan digital. 

“Kami pemerintah harus turun tangan mengorkrestrasi kebutuhan ini terutama dalam proses menciptakan regulasi untuk mempercepat transformasi,” terangnya.

“Sebab, di balik segala kemajuan teknologi, ada risiko dan tantangan yang muncul, mulai dari ancaman serangan siber hingga pergeseran nilai akibat pemanfaatan teknologi yang tidak seimbang,” tambahnya.*