Daftar Motor Matic Irit per Agustus 2025, Cocok untuk Ojek Online
- id.pinterest.com
VIVATechno – Motor matic tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk mobilitas sehari-hari.
Selain praktis, motor matic dikenal irit bahan bakar, khususnya di tengah naik-turunnya harga BBM.
Per Agustus 2025, sejumlah produsen menghadirkan varian motor matic dengan konsumsi BBM super irit, mulai dari 1:50 km/liter hingga lebih.
Motor matic irit umumnya menggunakan mesin berkapasitas kecil dan teknologi injeksi terkini yang mampu menekan konsumsi bahan bakar tanpa mengorbankan performa.
Salah satu motor matic paling irit saat ini adalah Yamaha Gear 125. Dengan mesin 125cc berteknologi Blue Core dan Stop & Start System (SSS), motor ini mampu menempuh jarak hingga 55 km hanya dengan satu liter bensin.
Ukurannya yang kompak dan fitur lengkap membuatnya cocok untuk penggunaan harian maupun ojek online.
Honda BeAT tetap menjadi primadona di segmen matic irit. Motor ini mencatat efisiensi BBM sekitar 60 km/liter, berkat teknologi eSP dan sistem Idling Stop.
Bobotnya yang ringan juga mendukung performa dan keiritan dalam penggunaan jarak dekat maupun menengah.
Bagi yang mencari opsi lebih premium, Yamaha Fazzio Hybrid hadir sebagai pilihan modern.
Selain desain unik, motor ini menggabungkan mesin konvensional dan teknologi hybrid, menghasilkan konsumsi bahan bakar sekitar 51 km/liter dalam pengujian normal.
Untuk pengendara wanita atau pemula, Suzuki Nex II menjadi alternatif menarik. Dengan mesin 115cc dan sistem pembakaran injeksi yang efisien, motor ini mencatatkan konsumsi BBM sekitar 52 km/liter.
Desainnya minimalis dan cocok untuk kebutuhan dalam kota.
Sementara itu, Honda Vario 125 juga terus jadi andalan dengan konsumsi bahan bakar sekitar 50 km/liter.
Kapasitas bagasi besar, desain agresif, dan fitur seperti ISS serta ACG starter membuatnya tetap relevan hingga saat ini.
Motor-motor di atas dapat ditemukan dengan harga mulai dari Rp18 juta hingga Rp26 jutaan tergantung varian dan wilayah penjualan.
Efisiensi BBM yang ditawarkan sangat menguntungkan untuk pengguna harian, terutama yang memiliki mobilitas tinggi di kota besar.
Namun perlu dicatat, tingkat konsumsi bahan bakar bisa berbeda tergantung gaya berkendara, kondisi lalu lintas, hingga perawatan rutin.