Berikut Saham Otomotif China Pilihan UOB Kay Hian, BYD hingga CATL Masuk

5 Saham Otomotif China Pilihan UOB Kay Hian, BYD hingga CATL Masuk
Sumber :
  • Pinterest

VIVA Techno – Vivanians, Industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) China masih menjadi salah satu sektor teknologi yang paling diperhatikan investor global sepanjang 2026. Setelah beberapa tahun diwarnai perang harga antarprodusen, fokus pasar kini mulai bergeser ke arah profitabilitas, efisiensi rantai pasok, hingga kemampuan perusahaan memperluas pasar internasional.

Terisolasi dari Kota, Desa di Garut Ini Mendadak Punya Listrik Mandiri 25 Ribu Watt!

Di tengah perubahan tersebut, perusahaan sekuritas UOB Kay Hian merilis daftar lima saham otomotif dan rantai pasok baterai China yang dinilai memiliki prospek menarik. Menariknya, daftar ini tidak hanya berisi produsen mobil listrik, tetapi juga perusahaan baterai, pemasok komponen, hingga produsen bahan baku lithium yang menjadi fondasi ekosistem kendaraan listrik.

Mengutip laporan Investing.com, UOB Kay Hian tetap mempertahankan pandangan Market Weight terhadap sektor otomotif China. Menurut perusahaan tersebut, langkah regulator China untuk meredam perang harga di industri otomotif diperkirakan mampu membantu menstabilkan margin keuntungan pelaku industri pada paruh kedua 2026.

PLTMH Bantu Sumber Listrik untuk Warga di Pelosok Garut

Strategi tersebut dinilai penting karena selama beberapa tahun terakhir produsen kendaraan listrik berlomba memangkas harga demi meningkatkan penjualan. Walaupun menguntungkan konsumen, persaingan tersebut membuat profitabilitas perusahaan ikut tertekan.

BYD Masih Terhambat Kapasitas Produksi

Polres Garut dan PLN Resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Liatrik Umum di Lingkungan Polres

Salah satu nama yang kembali menjadi sorotan adalah BYD. Berdasarkan informasi dari laporan UOB Kay Hian, tantangan utama perusahaan saat ini bukan lagi minimnya permintaan pasar, melainkan keterbatasan kapasitas produksi.

Tingginya angka pra-pemesanan sejumlah model terbaru disebut telah melampaui kemampuan produksi lini Blade Battery generasi kedua. UOB memperkirakan hambatan tersebut akan berangsur membaik sepanjang tahun sehingga penjualan BYD berpotensi meningkat pada semester kedua 2026.

Di sisi global, ekspansi BYD di Eropa masih menghadapi tantangan. Menurut laporan tersebut, proyek manufaktur di Hungaria mengalami penundaan, sementara proyek di Turki masih tertunda akibat persoalan tenaga kerja, lingkungan, dan rantai pasok. Untuk sementara, perusahaan masih mengandalkan ekspor guna memenuhi permintaan pasar Eropa.

Dalam perkembangan terpisah, BYD juga mencatat kenaikan penjualan kendaraan sebesar 5,5 persen secara tahunan pada Juni 2026 dan dikabarkan tengah mengupayakan akuisisi pabrik di Eropa Selatan sebagai fasilitas perakitan keduanya di kawasan tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title