Bawa Cabai dari Kampung, Karyawan Ini Raup Untung Saat Mudik

Tips Servis Mobil Sebelum Mudik Lebaran
Sumber :
  • id.pinterest.com

VIVA - Momentum mudik Lebaran 2026 dimanfaatkan secara berbeda oleh GMT Property Services. Perusahaan ini menghadirkan program “Mudik Produktif” yang mendorong karyawan membawa hasil bumi dari kampung halaman ke kota, untuk kemudian diserap dalam rantai bisnis internal. 

img_title Kuliah Umum Web3 di Samarinda Hadirkan Pakar Industri Kripto

Inisiatif ini dinilai relevan di tengah meningkatnya kebutuhan efisiensi ekonomi sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi pekerja. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi pembaca, konsep ini menjadi gambaran nyata bagaimana tradisi tahunan seperti mudik dapat bertransformasi menjadi aktivitas produktif yang berdampak langsung pada ekonomi lokal.

img_title Bongkar Setup Trading Otomatis: Cara Pantau Ribuan Aset Kripto dalam Hitungan Detik

Program Internal Terintegrasi Bisnis dan Karyawan

Program ini dijalankan menjelang musim mudik Lebaran 2026 dengan melibatkan karyawan dari berbagai divisi. Hasil bumi seperti cabai, bawang, jahe, kunyit, hingga emping dibawa dari daerah asal masing-masing karyawan, lalu diserap oleh unit usaha SAYUR KENDAL yang berbasis di Menteng, Jakarta Pusat.

img_title 3 Syarat Mutlak Agar Uang di Bank Dijamin Sepenuhnya oleh LPS

HR Director GMT Property Services, Mario Febriano, menjelaskan bahwa skema ini memungkinkan perusahaan membeli langsung produk dari karyawan dengan sistem yang transparan. 

Biaya pembelian dari daerah diganti penuh, sementara karyawan berpotensi mendapatkan margin dari selisih harga pasar.

Sementara itu, Rayhan Ch. Siego selaku pemilik SAYUR KENDAL menilai mudik sebagai leverage point strategis.

Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar aktivitas HR, melainkan bagian dari strategi bisnis yang menghubungkan operasional, pengembangan karyawan dan ekspansi supply chain berbasis komunitas.

Proses Terukur dengan Standar Kualitas Ketat

Secara operasional, seluruh produk yang dibawa karyawan tetap melalui sistem yang terukur. Barang dicatat berdasarkan jenis, berat, dan asal daerah sebelum masuk ke inventori perusahaan.

Selain itu, produk wajib memenuhi standar kualitas seperti kesegaran dan kelayakan jual. Proses distribusi tetap mengikuti alur procurement dan quality control yang berlaku, sehingga stabilitas pasokan dan kualitas tetap terjaga.

Pendekatan ini memastikan bahwa meskipun sumber produk berasal dari individu karyawan, standar profesional tetap diterapkan dalam seluruh rantai distribusi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Respons Positif dan Dampak Ekonomi Nyata

Program Mudik Produktif mendapatkan respons positif dari internal perusahaan. Sejumlah karyawan mulai memanfaatkan peluang ini untuk membawa komoditas lokal dan memperoleh tambahan penghasilan secara fleksibel.

Halaman Selanjutnya
img_title