Bukan Snapdragon! Ini Alasan Samsung Pilih Dimensity di Tab S11 Ultra, Layak Dibeli?
VIVATechno - Samsung kembali menggebrak pasar tablet premium global lewat lini andalan terbarunya. Namun, ada satu keputusan radikal yang memicu perdebatan di kalangan antusias teknologi absennya prosesor besutan Qualcomm.
Melansir lembar spesifikasi resmi dari halaman Samsung Mobile Press, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini secara resmi membenamkan chipset MediaTek Dimensity 9400+ (3nm) untuk mengotaki Samsung Galaxy Tab S11 Ultra.
Langkah ini tentu mengundang tanda tanya besar. Mengapa varian ultra yang menjadi kasta tertinggi tidak lagi menggunakan Snapdragon seri terbaru?.
Berikut adalah 3 alasan utama di balik keputusan Samsung beralih ke MediaTek, serta analisis apakah tablet dengan harga mulai dari Rp 25.999.000 di mitra ritel Erafone ini masih layak untuk Anda bawa pulang.
1. Lompatan Performa Arsitektur "All Big Core" yang Superior
Alasan teknis paling mendasar terletak pada efisiensi performa. Berdasarkan data arsitektur mikro dari MediaTek, Dimensity 9400+ dirancang menggunakan arsitektur All Big Core yang dipadukan dengan prosesor utama Arm Cortex-X925 berkecepatan hingga 3.73 GHz.
Perpaduan ini memberikan peningkatan performa CPU hingga 24% dan kartu grafis (GPU) sebesar 27% dibanding generasi terdahulu.
Skema ini membuat Galaxy Tab S11 Ultra sanggup melibas komputasi berat, mulai dari penyuntingan video 4K hingga skenario multitasking puluhan aplikasi tanpa kendala thermal throttling.
2. Kesiapan AI Lokal untuk Fitur Google Gemini Live
Era tablet modern menuntut pemrosesan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang instan dan aman secara lokal (on-device). Chipset Dimensity 9400+ membawa Unit Pemrosesan NPU khusus yang dioptimalkan untuk ekosistem AI terintegrasi.
Kemampuan ini krusial untuk menjalankan fitur canggih seperti interaksi real-time lewat Google Gemini Live dan optimalisasi Galaxy AI langsung di atas layar Dynamic AMOLED 2X 14,6 inci milik Galaxy Tab S11 Ultra.
Proses AI yang berjalan secara lokal ini membuat respons sistem menjadi jauh lebih cepat tanpa harus selalu bergantung pada koneksi internet awan (cloud).
3. Efisiensi Daya Maksimal untuk Baterai Raksasa 11.600 mAh
Menghidupkan layar masif beresolusi WQXGA+ (2960 x 1848 piksel) dengan tingkat kecerahan puncak mencapai 1600 nits tentu membutuhkan daya yang luar biasa besar.