Harga MacBook dan iPad Resmi Naik, Saham Apple Langsung Terjun Bebas

8 Alasan Kenapa MacBook Lebih Baik daripada Laptop Windows
Sumber :
  • id.pinterest.com

VIVA Techno – Gelombang kecerdasan buatan (AI) yang selama dua tahun terakhir menjadi motor utama industri teknologi ternyata mulai membawa konsekuensi baru bagi konsumen. Jika sebelumnya persaingan hanya berfokus pada kemampuan AI di smartphone, laptop, dan tablet, kini dampaknya merembet ke harga perangkat.

img_title XLSMART dan REMIND Pasang Mesin Otomatis Pengumpul Sampah Gadget di ITB

Permintaan komponen untuk server AI yang terus melonjak membuat pasokan memori dan penyimpanan semakin ketat. Kondisi tersebut mendorong biaya produksi perangkat elektronik ikut meningkat. Situasi ini kini mulai dirasakan oleh Apple, yang akhirnya mengambil langkah menaikkan harga sejumlah produk MacBook dan iPad di Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan informasi dari keterangan resmi Apple yang dikutip sejumlah media teknologi internasional, perusahaan mengakui kenaikan harga tersebut dilakukan karena biaya komponen memori dan penyimpanan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

img_title Bukan Sekadar Sosialisasi, Polres Garut Cetak Pioner Paham AI di Kalangan Pelajar

Langkah ini sekaligus menjadi perubahan penting karena sebelumnya Apple dikenal cukup lama menahan kenaikan harga produknya meski biaya produksi meningkat.

Daftar penyesuaian harga yang diumumkan meliputi:

img_title Polres Garut Luncurkan 10 Trainer Paham AI, Cegah Kejahatan Berbasis AI
  • MacBook Neo dari US$599 menjadi US$699.
  • MacBook Air 512GB dari US$1.099 menjadi US$1.299.
  • MacBook Pro 1TB dari US$1.699 menjadi US$1.999.
  • iPad Air 128GB dari US$599 menjadi US$749.
  • iPad Pro Wi-Fi 256GB dari US$999 menjadi US$1.199.

Kenaikan tersebut terutama terjadi pada varian dengan kapasitas memori dan penyimpanan lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa komponen tersebut kini menjadi salah satu biaya produksi terbesar dalam industri perangkat komputasi modern.

Dalam pernyataannya, Apple menyebut industri elektronik sedang menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ledakan pembangunan pusat data AI membuat kebutuhan memori berkecepatan tinggi meningkat drastis sehingga harga komponen ikut melonjak.

Bagi pengguna, kondisi ini menjadi sinyal bahwa spesifikasi seperti RAM dan penyimpanan kini bukan lagi sekadar angka di atas kertas. Semakin canggih fitur AI yang dijalankan langsung di perangkat, semakin besar pula kebutuhan terhadap memori berkapasitas tinggi agar proses komputasi berjalan cepat tanpa bergantung penuh pada cloud.

Dampak keputusan Apple ternyata tidak hanya dirasakan konsumen. Setelah pengumuman kenaikan harga tersebut, saham perusahaan langsung ditutup turun lebih dari 6 persen dalam perdagangan Kamis waktu Amerika Serikat. Penurunan itu menjadi yang terbesar sejak April 2025.

Reaksi pasar menunjukkan investor masih mencermati apakah kenaikan harga akan memengaruhi permintaan terhadap produk Apple, terutama ketika persaingan laptop premium dan tablet semakin ketat.

Mengutip laporan Counterpoint Research, harga komponen memori dan penyimpanan bahkan disebut telah melonjak hingga empat kali lipat dalam tiga kuartal terakhir. Salah satu penyebab utamanya adalah produsen chip kini lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksi untuk membuat memori bandwidth tinggi yang dibutuhkan server AI.

Analis Counterpoint Research, Tarun Pathak, memperkirakan lonjakan biaya komponen dapat menambah sekitar US$200 terhadap biaya produksi sebuah iPhone. Ia juga memproyeksikan kenaikan harga sekitar US$150 hingga US$200 berpotensi terjadi di berbagai lini produk Apple, terutama pada model dengan konfigurasi memori tinggi.

Sementara itu, menurut laporan IDC, tren AI juga membuat kebutuhan RAM pada perangkat baru semakin besar. Seluruh generasi iPhone berikutnya diperkirakan akan beralih menggunakan RAM 12GB agar mampu menjalankan fitur Apple Intelligence secara optimal.

Insight menariknya, AI kini bukan hanya menjadi fitur pemasaran, melainkan mulai menentukan arah desain perangkat keras. Produsen tidak cukup hanya menghadirkan prosesor lebih cepat, tetapi juga harus menyediakan kapasitas RAM dan penyimpanan yang lebih besar agar berbagai fitur AI dapat diproses langsung di perangkat dengan respons yang lebih cepat dan tingkat privasi yang lebih baik.

Di sisi lain, Apple masih belum mengumumkan kenaikan harga untuk lini iPhone. Namun, pernyataan CEO Tim Cook sebelumnya mengindikasikan bahwa perusahaan tidak lagi mampu sepenuhnya menyerap lonjakan biaya komponen seperti beberapa tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai penyesuaian harga iPhone. Karena itu, berbagai prediksi mengenai kenaikan harga smartphone Apple masih sebatas laporan awal dari analis industri.

Ke depan, tren ini kemungkinan tidak hanya dialami Apple. Jika permintaan chip AI terus meningkat, produsen laptop, tablet, hingga smartphone lain berpotensi menghadapi tantangan serupa. Konsumen pun tampaknya harus mulai bersiap menghadapi era ketika perkembangan AI tidak hanya menghadirkan fitur baru, tetapi juga ikut menentukan harga perangkat yang mereka beli.*