Laptop AI Tak Harus Mahal, Performa Model Ini Cukup Mengejutkan
Cirebon, VIVA Techno – Vivanians, laptop berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin mudah dijangkau. Jika sebelumnya perangkat AI identik dengan harga belasan hingga puluhan juta rupiah, kini mulai bermunculan pilihan yang menawarkan fitur serupa dengan harga jauh lebih ramah kantong.
Salah satu yang menarik perhatian adalah Axioo Hype AI5. Laptop ini hadir dengan pendekatan yang cukup berbeda. Alih-alih mengejar spesifikasi ekstrem, perangkat tersebut lebih fokus pada kebutuhan mayoritas pengguna seperti mahasiswa, pekerja kantoran, hingga kreator konten pemula yang membutuhkan perangkat praktis untuk aktivitas sehari-hari.
Dari pengalaman penggunaan harian, desain menjadi salah satu nilai jual yang langsung terasa. Bobotnya yang hanya sekitar 1,25 kilogram membuat laptop ini nyaman dibawa bepergian. Dimensinya juga ringkas sehingga mudah dimasukkan ke berbagai jenis tas kerja maupun tas kuliah.
Fitur engsel yang dapat dibuka hingga 180 derajat memberikan fleksibilitas tambahan saat berdiskusi atau melakukan presentasi. Kehadiran privacy shutter pada webcam juga menjadi poin penting di tengah meningkatnya kebutuhan meeting online dan keamanan privasi pengguna.
Pada sektor layar, Axioo Hype AI5 menggunakan panel IPS berukuran 14 inci dengan resolusi Full HD+ 1920 x 1200 piksel. Rasio layar 16:10 memberikan ruang kerja lebih luas dibandingkan rasio 16:9 yang masih banyak digunakan laptop di kelas serupa.
Untuk kebutuhan produktivitas seperti mengetik dokumen, mengolah data, browsing, hingga menikmati konten hiburan, kualitas tampilan yang dihadirkan sudah tergolong nyaman. Reproduksi warna memang belum ditujukan untuk kebutuhan profesional seperti color grading tingkat lanjut, tetapi masih memadai untuk penggunaan harian.
Bagian yang paling menarik tentu terletak pada dapur pacunya. Laptop ini ditenagai prosesor Intel Core Ultra 5 125H yang membawa kombinasi CPU, GPU Intel Arc, dan NPU (Neural Processing Unit). Kehadiran NPU menjadi pembeda utama karena memungkinkan berbagai proses AI berjalan langsung di perangkat tanpa selalu bergantung pada layanan cloud.
Dalam praktiknya, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk fitur seperti background blur saat video conference, optimasi kamera berbasis AI, hingga menjalankan sejumlah aplikasi AI generatif yang kini semakin populer digunakan untuk pekerjaan maupun pembelajaran.