Siap-Siap Tabungan Jebol, Ini Penampakan Mewah ROG Xbox Ally X20
Gila! ASUS ROG Xbox Ally X20 Meluncur Pakai Layar OLED & Kacamata AR
VIVATechno – Pasar handheld gaming console dunia kembali diguncang oleh inovasi terbaru dari ASUS. Memanfaatkan momentum pameran teknologi akbar Computex 2026, raksasa teknologi asal Taiwan ini resmi memperkenalkan ROG Xbox Ally X20. Perangkat ini dirilis sebagai perayaan sakral dua dekade lini premium Republic of Gamers (ROG)
ASUS resmi meluncurkan handheld gaming ROG Xbox Ally X20 di ajang Computex 2026. Perangkat edisi khusus 20 tahun ROG ini membawa peningkatan besar berupa layar OLED ROG Nebula HDR 7,4 inci, bodi transparan hitam beraksen emas, dan komponen TMR joystick anti-drift.
Dapur pacunya ditenagai AMD Ryzen AI Z2 Extreme, RAM 24GB, serta dukungan kacamata AR ROG XREAL R1 untuk layar virtual 171 inci.
1. Desain Transparan Mewah dan Layar Anti-Bezel
Bagi kamu pencinta visual manjakan mata, penantian panjang terhadap kehadiran panel OLED di lini ROG Ally akhirnya berakhir. ASUS ROG Xbox Ally X20 kini dipersenjatai dengan layar ROG Nebula HDR berbasis OLED berukuran 7,4 inci.
Tidak hanya kontras warna yang super pekat khas OLED, ASUS juga memangkas ketebalan bingkai (bezel) hingga 60 persen lebih tipis dari generasi pendahulunya. Tampilannya pun sengaja dibuat anti-mainstream dengan cangkang bodi transparan berwarna hitam pekat yang memperlihatkan jeroan mesinnya, dibalut sentuhan aksen emas yang memberi kesan sangat premium dan langka.
2. Solusi Masalah Klasik: Joystick Anti-Drift!
Satu hal yang paling sering dikeluhkan para gamer pada perangkat handheld modern adalah masalah analog drifting (joystick bergerak sendiri akibat tingkat keausan komponen). Memahami keresahan tersebut, ASUS melakukan peningkatan krusial dengan menyematkan TMR joystick.
Teknologi joystick berbasis komponen magnetik ini diklaim mampu menawarkan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi dan akurat. Fitur ini sangat krusial untuk game kompetitif seperti first-person shooter (FPS) maupun game balap. Menariknya, sistem mekanis TMR ini secara teori memangkas risiko aus akibat gesekan, sehingga masa pakai komponen kontroler menjadi jauh lebih panjang dan bebas dari hantu drifting.