Layar 3K 144Hz Cuma 5 Jutaan? Tablet Flagship Killer Ini Bikin Syok!
VIVATechno - Kehadiran tablet flagship killer berlayar 3.2K dengan refresh rate 144Hz dan ditenagai chipset monster berhasil mengacak-acak peta persaingan tablet di kelas mid-range.
Perangkat ini menawarkan kombinasi spesifikasi kelas atas yang biasa ditemukan pada tablet seharga belasan juta rupiah, namun dipasarkan dengan harga kompetitif di kisaran Rp5 jutaan.
Langkah ini membuat persaingan tablet menengah kian memanas, memaksa para pesaing untuk memangkas harga atau mendongkrak spesifikasi pada lini produk mendatang.
Dominasi Spesifikasi Premium di Segmen Menengah
Fenomena flagship killer pada pasar tablet semakin nyata setelah Xiaomi Indonesia meluncurkan seri Xiaomi Pad 7 yang dibekali panel layar IPS LCD 11,2 inci beresolusi 3,2K (3200 x 2136 piksel) serta dukungan refresh rate hingga 144Hz.
Panel layar berdensitas tinggi ini dipadukan dengan dukungan Dolby Vision dan tingkat kecerahan tinggi yang jarang dijumpai pada segmen harga menengah.
Dapur Pacu Snapdragon 7+ Gen 3 dan Baterai Jumbo
Di sektor performa, tablet ini menyematkan chipset Qualcomm Snapdragon 7+ Gen 3 yang menggunakan arsitektur serupa dengan lini chipset flagship.
Chipset ini mampu melibas tugas multitasking berat, pengeditan video resolusi tinggi, hingga gaming kompetitif pada pengaturan grafis rata kanan tanpa throttling signifikan.
Untuk menyokong performa ekstrem tersebut, disematkan baterai berkapasitas 8.850 mAh yang didukung teknologi pengisian cepat. Penggunaan port USB 3.2 Gen 1 juga memungkinkan transfer data berkecepatan tinggi serta fitur display-out ke monitor eksternal.
Menghancurkan Standar Harga Tablet Mid-Range
Kedatangan tablet berspesifikasi tinggi dengan harga terjangkau ini merusak kenyamanan para pemain lama di kelas mid-range. Sebelumnya, konsumen harus mengorbankan salah satu aspek baik itu resolusi layar, refresh rate, maupun performa prosesor jika membeli tablet di bawah Rp6 juta.
Kini, dengan kombinasi layar 3.2K 144Hz, quad speaker Dolby Atmos, dan chipset monster, batasan antara tablet kelas menengah dan flagship semakin kabur.