Sisi Minus iPad Pro M5 yang Bikin Pengguna Frustrasi!

iPad Pro M5
Sumber :
  • Pinterest

 

Beli Tablet Dapat Stylus Gratis? Cek Daftar Rekomendasi Terbarunya!

VIVASoccer - Apple secara resmi mempertahankan lini iPad Pro M5 sebagai kasta tertinggi dalam jajaran tablet mereka pada pertengahan Juli 2026 ini. 

Ditenagai oleh chip Apple M5 dengan fabrikasi mutakhir dan opsi RAM hingga 16GB pada varian tertinggi, perangkat ultra-tipis berukuran 5,1 mm ini menawarkan lompatan komputasi yang masif.

Stok Beras Nasional Tembus 5,4 Juta Ton, BULOG Waspada Risiko Penurunan Mutu

Berdasarkan pengujian performa riil, chip M5 mencatatkan skor multi-core Geekbench 6 hingga 16.116 poin. 

Angka ini sekitar 10 persen lebih ngebut dibanding pendahulunya dan sukses memberikan efisiensi pemrosesan kecerdasan buatan (AI) lewat arsitektur Neural Accelerators terbaru. 

iPad Mini A17 Pro vs Huawei MatePad Mini: Siapa Raja Tablet Ringkas 2026?

Ditambah dengan integrasi layar Ultra Retina XDR Tandem OLED dan konektivitas Wi-Fi 7, di atas kertas spesifikasi ini sanggup menyaingi laptop MacBook Pro. 

Namun, daya kuda yang melimpah tersebut dinilai mubazir oleh para pengguna profesional akibat limitasi sistem operasi.

Tembok Besar Bernama iPadOS

Meskipun Apple telah menggelontorkan pembaruan sistem operasi ke versi iPadOS 26, keluhan dari para pengguna profesional dan kreator konten justru makin menumpuk. 

Masalah utama yang mendera iPad Pro M5 bukan terletak pada keterbatasan komponen internalnya, melainkan rigiditas perangkat lunak yang masih belum mampu menyamai fleksibilitas macOS.

Sejumlah review mendalam dari pengguna harian yang dirilis oleh 9to5Mac mengungkap bahwa manajemen jendela aplikasi (multitasking) kerap mengalami crash dan memaksa aplikasi kembali ke mode layar penuh secara acak. 

iPad Pro M5

Photo :
  • Pinterest

Bug ini sangat mengganggu produktivitas harian, terutama bagi mereka yang terbiasa menangani dokumen kerja yang kompleks. 

Kursor trackpad pada ekosistem ini juga dinilai masih sering mengalami lag saat melakukan klik kanan serta ketidakakuratan ketika mengubah ukuran jendela (resizing window).

Bagi pengguna yang sangat bergantung pada ekosistem korporat seperti Microsoft Excel atau PowerPoint, keterbatasan fitur aplikasi versi iPadOS membuat perangkat ini sulit dijadikan sebagai mesin tempur utama dalam bisnis. 

Ekosistem Safari pada iPadOS juga dilaporkan sering gagal mengeksekusi tombol navigasi berbasis web tertentu, memaksa pengguna beralih kembali ke perangkat Mac desktop.

Selain isu fungsionalitas software, aspek mobilitas dari lini pro ini ikut mendapat sorotan tajam. Laporan teknis dari Thurrott membeberkan bahwa desain sasis yang terlampau tipis mengorbankan kapasitas fisik baterai. 

Halaman Selanjutnya
img_title