Pemanas Air Cepat Rusak, 6 Cara Ini Bikin Awet Sampai 10 Tahun
VIVATechno – Pemanas air yang baru digunakan satu tahun tapi sudah mulai bermasalah sering membuat pengguna kecewa.
Padahal, perangkat ini termasuk investasi jangka panjang yang seharusnya bisa digunakan bertahun tahun jika dirawat dengan benar.
Banyak orang hanya fokus pada penggunaan tanpa memperhatikan perawatan rutin yang justru menjadi kunci utama ketahanan alat.
Berdasarkan data dari Consumer Reports, alat rumah tangga seperti pemanas air dapat bertahan hingga 8 sampai 12 tahun.
Namun umur tersebut hanya bisa dicapai jika pengguna rutin melakukan perawatan dan tidak membiarkan komponen bekerja terlalu berat.
Tanpa perawatan, pemanas air bisa menjadi boros listrik karena harus bekerja ekstra melawan kerak dan kotoran.
Untuk itu, penting memahami cara merawat pemanas air agar tetap awet dan efisien digunakan.
Salah satu langkah utama adalah melakukan pengurasan tangki secara berkala.
Air dengan kandungan mineral tinggi dapat meninggalkan endapan yang menumpuk di dasar tangki.
Endapan ini akan mengganggu kinerja elemen pemanas sehingga membutuhkan energi lebih besar.
Melakukan flushing setidaknya satu tahun sekali dapat membantu menjaga efisiensi perangkat.
Selain itu, pengguna juga perlu memeriksa batang magnesium anode di dalam tangki.
Komponen ini berfungsi sebagai pelindung dari karat dengan cara menarik korosi agar tidak menyerang dinding tangki utama.
Seiring waktu, batang ini akan menipis dan perlu diganti agar tidak menyebabkan kebocoran pada tangki.
Pengaturan suhu juga berpengaruh besar terhadap umur pemanas air.
Menggunakan suhu terlalu tinggi secara terus menerus dapat mempercepat kerusakan komponen.
Suhu ideal yang disarankan berada di kisaran 40 hingga 50 derajat agar tetap nyaman sekaligus hemat listrik.
Selain performa, aspek keamanan juga tidak boleh diabaikan.
Pengguna perlu rutin mengecek fitur ELCB serta pressure relief valve untuk memastikan sistem keamanan bekerja dengan baik.
Langkah ini penting untuk mencegah risiko korsleting atau tekanan berlebih di dalam tangki.
Pemeriksaan sambungan pipa dan kabel listrik juga perlu dilakukan secara berkala.
Kebocoran kecil pada pipa bisa menjadi masalah besar jika dibiarkan, terutama jika air mengenai bagian kelistrikan.