Mixer Spiral vs Planetary, Mana yang Tepat untuk Usaha Bakery Anda?
- id.pinterest.com
VIVATechno – Memulai usaha bakery membutuhkan peralatan yang tepat, terutama dalam memilih jenis mixer yang sesuai kebutuhan.
Mixer merupakan investasi penting bagi para pelaku usaha bakery yang ingin menghasilkan adonan berkualitas tinggi.
Dua jenis mixer yang paling populer adalah spiral mixer dan planetary mixer dengan karakteristik berbeda.
Mixer Spiral vs Mixer Planetary
- id.pinterest.com
Mengenal Planetary Mixer untuk Berbagai Kebutuhan
Planetary mixer dilengkapi tiga mata mixer berbeda yaitu dough hook, flat beater, dan whisk.
Mata mixer whisk digunakan khusus untuk mengocok telur hingga mengembang sempurna.
Flat beater cocok untuk membuat adonan kue kering dengan tekstur yang rata.
Dough hook dirancang khusus untuk mengolah adonan berat seperti roti dan pizza.
Kapasitas planetary mixer 15 liter mampu menampung tepung hingga 2,5 kilogram.
Daya listrik 750 watt dengan tiga pilihan kecepatan yaitu 110, 178, dan 390 putaran per menit.
Keunggulan Spiral Mixer untuk Adonan Berat
Spiral mixer khusus dirancang untuk mengolah adonan berat dengan kapasitas lebih besar.
Model DH20A memiliki kapasitas 20 liter dengan kemampuan tepung 8 kilogram.
Sistem kerja spiral mixer unik karena mangkok yang berputar sementara mata mixer tetap diam.
Terdapat dua pilihan kecepatan yaitu fast dan slow sesuai kebutuhan adonan.
Daya listrik 1100 watt mampu menghasilkan 20 putaran per 10 menit.
Dilengkapi penutup untuk keamanan operasional dan mencegah adonan tumpah.
Perbedaan Fungsi dan Aplikasi
Planetary mixer lebih fleksibel untuk berbagai jenis olahan bakery mulai telur hingga adonan berat.
Spiral mixer fokus pada adonan berat seperti donat, pizza, dan roti dengan hasil optimal.
Harga planetary mixer sekitar 7 jutaan sedangkan spiral mixer 8 jutaan rupiah.
Kedua mixer dilengkapi garansi 1 tahun spare part dan layanan home service.
Pemilihan mixer harus disesuaikan dengan jenis produk bakery yang akan diproduksi secara rutin.*