7 Modus Peretasan WhatsApp yang Perlu Anda Waspadai, Hati-Hati!

WhatsApp
Sumber :
  • unsplash.com

VIVATechno – WhatsApp tetap menjadi aplikasi pesan paling populer di dunia, termasuk Indonesia.

Bahaya Lupa Amankan Data Digital, Pakar Siber Ungkap Modus Peretasan Baru!

Namun, popularitas ini juga membuat WhatsApp rentan terhadap peretasan dan penipuan

Para peretas semakin kreatif dalam mencari celah untuk meretas akun pengguna tanpa terdeteksi. Berikut adalah beberapa modus peretasan WhatsApp yang harus Anda waspadai:

7 HP Redmi Terbaik 1–2 Jutaan 2026: Baterai Jumbo, Layar 144Hz, dan Kamera 108MP

1. Pemalsuan Kode OTP

Peretas sering berpura-pura menjadi pihak resmi seperti layanan pelanggan WhatsApp atau perusahaan lain, dan meminta korban untuk memberikan kode OTP (One-Time Password) yang dikirimkan ke nomor korban.

HP Lipat Tipis di 2026 Resmi Rilis, Tebalnya Cuma 4,1 mm!

Jika korban memberikan kode OTP tersebut, hacker dapat mengakses akun WhatsApp mereka.

2. Pesan Berisi Tautan Berbahaya (Phishing)

Peretas mengirimkan tautan palsu yang tampaknya berasal dari situs resmi, seperti bank atau marketplace. 

Jika korban mengklik tautan tersebut dan memasukkan data pribadi, hacker dapat mencuri informasi penting, seperti username, password, atau data keuangan.

3. Kloning WhatsApp dengan Aplikasi Pihak Ketiga

Peretas dapat mengkloning akun WhatsApp korban dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga. 

Hacker hanya perlu akses singkat ke ponsel korban untuk menginstal aplikasi yang memungkinkan mereka memonitor percakapan WhatsApp dari jarak jauh.

4. Modus “Salah Transfer”

Pelaku berpura-pura menjadi teman atau kerabat yang mengaku telah salah mentransfer uang. 

Mereka akan meminta korban untuk segera mengembalikan dana tersebut. Modus ini sering mengeksploitasi rasa empati korban.

5. Akun WhatsApp Palsu yang Meniru Kontak Korban

Peretas bisa membuat akun WhatsApp palsu yang meniru kontak korban, dengan foto profil dan nama yang sama. 

Mereka akan menghubungi teman atau keluarga korban untuk meminta bantuan uang dengan alasan darurat, seperti kecelakaan.

6. Pesan “Hadiah Undian” atau “Bantuan Sosial”

Pesan ini mengklaim bahwa korban memenangkan hadiah undian atau mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. 

Untuk mengklaim hadiah tersebut, korban diminta untuk mengklik tautan atau memberikan informasi pribadi yang dapat digunakan untuk pencurian data.

7. Serangan Melalui File APK Berbahaya

Peretas sering mengirimkan file APK palsu yang diklaim sebagai update WhatsApp resmi. 

Jika korban mengunduh dan menginstalnya, aplikasi tersebut bisa mengakses data ponsel dan mengirimkan informasi pribadi kepada peretas.

Halaman Selanjutnya
img_title