HP Rp1 Jutaan Spek Sultan: RAM 8/256 GB Kamera 108 MP
- YouTube
VIVATechno - Smartphone dengan RAM 8 GB dan memori internal 256 GB kini semakin mudah ditemukan di kelas harga terjangkau.
Bahkan, sejumlah ponsel di bawah Rp2 juta sudah menawarkan spesifikasi yang sebelumnya identik dengan segmen mid-range.
Fenomena ini menunjukkan tren baru industri smartphone global: fitur kelas menengah kini semakin turun ke segmen entry-level, seiring kompetisi ketat merek China dan Afrika di pasar berkembang.
RAM/ROM: 8 GB / 256 GB
Layar: 6,79 inci FHD+ 90 Hz
Chipset: MediaTek Helio G91 Ultra
Kamera: 108 MP + 2 MP
Baterai: 5.030 mAh
Harga: kisaran Rp1,7–1,9 juta
Redmi 13X menjadi salah satu HP murah dengan kamera 108 MP, resolusi yang biasanya hadir di kelas menengah.
RAM/ROM: 8 GB / 256 GB
Layar: 6,7 inci HD+ 120 Hz
Chipset: MediaTek Helio G81
Kamera: 50 MP
Baterai: 5.160 mAh
Harga: sekitar Rp1,7–1,9 juta
Model ini menawarkan refresh rate tinggi dan baterai besar, cocok untuk penggunaan harian.
RAM/ROM: 8 GB / 256 GB
Layar: 6,67 inci HD+ 120 Hz
Chipset: MediaTek Helio G81
Kamera: 50 MP
Baterai: 5.000 mAh
Harga: sekitar Rp1,6–1,8 juta
Tecno mengincar segmen entry-level dengan spesifikasi agresif, terutama di RAM dan penyimpanan.
Harga Pasar Terkini Januari 2026
Sejumlah platform e-commerce di Indonesia mencatat model seperti Infinix Hot 60i 8/256 GB dijual sekitar Rp1,9 jutaan, sementara beberapa varian Samsung dan Oppo entry-level berada di kisaran Rp1,2–1,8 juta tergantung konfigurasi RAM dan storage.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran strategi vendor global. Vendor kini menawarkan RAM besar dan storage luas sebagai daya tarik utama untuk konsumen pasar berkembang, meski performa chipset masih berada di kelas entry-level.
Di sisi global, lini smartphone kelas menengah terbaru bahkan sudah menawarkan fitur premium seperti layar 120 Hz, kamera resolusi tinggi, dan dukungan update software panjang, menunjukkan percepatan difusi teknologi ke segmen bawah.
Meski RAM dan storage besar, pengguna tetap perlu memperhatikan jenis RAM fisik vs RAM virtual, performa chipset (gaming berat tetap terbatas), kualitas kamera nyata vs resolusi dan update software jangka panjang.