DayLight Asia Ciptakan Ruang Tenang untuk Jiwa Digital di Bandung

DayLight Asia
Sumber :
  • Istimewa

VIVATechno - Di tengah hiruk pikuk kota dan dunia digital yang kian cepat, hadir satu ruang tenang di Bandung yang mengajak orang berhenti sejenak, melihat, dan merasakan kembali makna “terhubung.” 

img_title HP Redmi K90 Pro Max Edisi Lamborghini Rp 13 Juta, Desain Mewah Performa Gila!

Ruang itu bernama DayLight Asia platform lifestyle berbasis teknologi yang ingin mengembalikan esensi interaksi manusia melalui seni dan pengalaman terkurasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah sukses meluncurkan pilot project di Jakarta pada 9 Oktober lalu, DayLight Asia kini resmi hadir di Bandung, membawa semangat baru untuk menghubungkan manusia lewat pengalaman reflektif.

img_title Kuliah Umum Web3 di Samarinda Hadirkan Pakar Industri Kripto

Seni, Teknologi dan Emosi dalam Satu Ruang

Kegiatan perdana DayLight Asia di Bandung dikemas dalam format Art Gallery Visit, yang digelar di dua ruang seni paling ikonik di kota ini: Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) dan Wot Batu. 

img_title Bongkar Setup Trading Otomatis: Cara Pantau Ribuan Aset Kripto dalam Hitungan Detik

Dua lokasi tersebut bukan sekadar galeri keduanya adalah ruang kontemplatif yang memadukan alam, arsitektur, dan karya manusia.

Tur ini dipandu langsung oleh Heru Hikayat, kurator Selasar Sunaryo. Ia mengajak peserta untuk berjalan perlahan, menatap setiap detail karya, dan membiarkan seni berbicara dengan cara yang personal.

“Di dunia yang serba cepat, kita sering lupa bagaimana rasanya hadir sepenuhnya. Melihat karya seni dengan tenang adalah cara sederhana untuk mengembalikan koneksi dengan diri sendiri dan orang lain,” ujar Heru di sela tur, Senin 20 Oktober 2025.

Eksperimen Sosial di Dunia Nyata

Lebih dari sekadar kunjungan galeri, pengalaman ini dirancang sebagai eksperimen sosial sederhana bagaimana seni bisa menjadi media penghubung di tengah dunia yang serba digital.

Peserta datang dari beragam latar belakang: profesional, pelaku industri kreatif, hingga pegiat komunitas. 

Salah satunya El Putra Sarira, pemeran Rangga dalam film Rangga dan Cinta 2025, yang menyebut kegiatan ini sebagai “napas baru” di tengah rutinitas layar digital.

“Jarang ada ruang yang bisa bikin orang benar-benar ngobrol, bukan sekadar scroll dan swipe. Di sini, seni jadi bahasa yang menyatukan,” ujar El.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Koneksi Manusia yang Autentik

Menurut Lilis Huri, Founder & CEO DayLight Asia, Bandung dipilih karena kota ini punya ekosistem kreatif yang hidup dan terbuka.

Halaman Selanjutnya
img_title