DayLight Asia Ciptakan Ruang Tenang untuk Jiwa Digital di Bandung
- Istimewa
VIVATechno - Di tengah hiruk pikuk kota dan dunia digital yang kian cepat, hadir satu ruang tenang di Bandung yang mengajak orang berhenti sejenak, melihat, dan merasakan kembali makna “terhubung.”
Ruang itu bernama DayLight Asia platform lifestyle berbasis teknologi yang ingin mengembalikan esensi interaksi manusia melalui seni dan pengalaman terkurasi.
Setelah sukses meluncurkan pilot project di Jakarta pada 9 Oktober lalu, DayLight Asia kini resmi hadir di Bandung, membawa semangat baru untuk menghubungkan manusia lewat pengalaman reflektif.
Seni, Teknologi dan Emosi dalam Satu Ruang
Kegiatan perdana DayLight Asia di Bandung dikemas dalam format Art Gallery Visit, yang digelar di dua ruang seni paling ikonik di kota ini: Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) dan Wot Batu.
Dua lokasi tersebut bukan sekadar galeri keduanya adalah ruang kontemplatif yang memadukan alam, arsitektur, dan karya manusia.
Tur ini dipandu langsung oleh Heru Hikayat, kurator Selasar Sunaryo. Ia mengajak peserta untuk berjalan perlahan, menatap setiap detail karya, dan membiarkan seni berbicara dengan cara yang personal.
“Di dunia yang serba cepat, kita sering lupa bagaimana rasanya hadir sepenuhnya. Melihat karya seni dengan tenang adalah cara sederhana untuk mengembalikan koneksi dengan diri sendiri dan orang lain,” ujar Heru di sela tur, Senin 20 Oktober 2025.
Eksperimen Sosial di Dunia Nyata
Lebih dari sekadar kunjungan galeri, pengalaman ini dirancang sebagai eksperimen sosial sederhana bagaimana seni bisa menjadi media penghubung di tengah dunia yang serba digital.
Peserta datang dari beragam latar belakang: profesional, pelaku industri kreatif, hingga pegiat komunitas.
Salah satunya El Putra Sarira, pemeran Rangga dalam film Rangga dan Cinta 2025, yang menyebut kegiatan ini sebagai “napas baru” di tengah rutinitas layar digital.
“Jarang ada ruang yang bisa bikin orang benar-benar ngobrol, bukan sekadar scroll dan swipe. Di sini, seni jadi bahasa yang menyatukan,” ujar El.
Koneksi Manusia yang Autentik
Menurut Lilis Huri, Founder & CEO DayLight Asia, Bandung dipilih karena kota ini punya ekosistem kreatif yang hidup dan terbuka.