Smart Farming, Digitalisasi Pendataan Petani untuk Swasembada 2026

Digitalisasi Pertanian
Sumber :
  • Pinterest

VIVATechno – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan kembali pentingnya pendataan digital petani penerima pupuk bersubsidi. Langkah ini menjadi kunci keberhasilan distribusi pupuk agar tepat sasaran dan tidak salah sasaran di lapangan.

Hati-hati Kejahatan Siber, Hanya Beberapa Menit Uang dalam rekening Bisa Raib

“Pendataan ini adalah fondasi utama agar pupuk subsidi sampai ke tangan petani yang berhak. Kami minta seluruh daerah segera menyisir ulang data, termasuk melalui pendataan spasial,” ujar Jevky Hendra, Direktur Pupuk Kementan, dalam acara Sosialisasi Penginputan Data ERDKK Tahun Anggaran 2026 di PT Pupuk Kujang, Karawang, Senin 13 Oktober 2025.

Petani Kunci Distribusi

3 Syarat Mutlak Agar Uang di Bank Dijamin Sepenuhnya oleh LPS

Menurut Jevky, proses penginputan data untuk tahun 2026 berlangsung sejak 22 September hingga 25 Oktober 2025. 

Ia menegaskan, pendataan harus dilakukan dengan teliti agar penyaluran pupuk subsidi berjalan maksimal.

Keranjingan Judol Seorang Pria Asal Garut Nekat Mencuri " Ala " Tuyul

“Kalau tidak teliti, serapan pupuk bisa tidak maksimal. Di Jawa Barat misalnya, ada 363.797 petani yang belum menebus pupuk subsidi selama tiga tahun berturut-turut. Ini harus segera diverifikasi ulang,” jelasnya.

Sry Pujiati, Kapoksi Pupuk Bersubsidi Kementan, mengatakan bahwa fenomena ini bisa jadi disebabkan oleh meningkatnya jumlah usulan karena kekhawatiran tidak kebagian pupuk.
“Petani tak perlu khawatir. Jika terjadi perubahan kebutuhan, Kementan bisa melakukan realokasi,” ujarnya.

Pupuk Organik Kembali Disubsidi Pemerintah

 

Jevky Hendra, Direktur Pupuk, Kementerian Pertanian

Photo :
  • Istimewa

Kabar baik bagi petani datang dari pemerintah yang kembali memberlakukan subsidi untuk pupuk organik. 

Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Presiden sangat fokus pada ketahanan pangan. Produktivitas tinggi hanya bisa dicapai jika tanah sehat. Dan pupuk organik adalah cara terbaik untuk memulihkan kesuburan tanah,” kata Iyan Fajri, Direktur Keuangan dan Umum PT Pupuk Kujang.

Ia menambahkan, pupuk organik mampu memperbaiki sifat fisik, biologi, dan kimia tanah. 

“Karena sudah disediakan pemerintah, petani tak perlu ragu menebus dan menggunakannya,” ujarnya.

Dari 2005 Kembali Disubsidi di 2025

Pupuk organik bukan hal baru di Indonesia. Sejak 2005, pupuk ini dikembangkan oleh PI Grup dan masuk skema subsidi pada 2008. 

Namun pada 2022, subsidi sempat dihentikan. Kini, tiga tahun berselang, pemerintah resmi menghidupkan kembali subsidi pupuk organik.

“Ini momen besar untuk memulihkan kesuburan tanah dan meningkatkan hasil pertanian nasional,” tambah Iyan.

Petani Pelajari Teknologi Pertanian Modern

Photo :
  • istimewa

Demplot Pupuk Organik di Setiap Kecamatan

Dalam kesempatan itu, Kementerian Pertanian bersama PT Pupuk Kujang menggelar penandatanganan komitmen bersama dengan para penyuluh, petani dan pemangku kepentingan pertanian.

“Hari ini kita semua sepakat untuk memperluas penggunaan pupuk organik dan menyediakan demplot di setiap kecamatan,” tegas Jevky.

Digitalisasi Petani dan Smart Farming 2026

Transformasi digital di sektor pertanian semakin nyata melalui aplikasi ERDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). 

Sistem ini memungkinkan pemerintah memetakan kebutuhan pupuk berbasis data spasial dan real time.

Langkah ini bukan hanya memperbaiki sistem distribusi pupuk, tapi juga membuka jalan menuju ekosistem smart farming nasional pertanian yang efisien, transparan, dan adaptif terhadap perubahan iklim.*