Green Jobs, Ajarkan Pelajar Jadi Petani Masa Depan

Ilustrasi Green Jobs
Sumber :
  • Pinterest

 

Smart Home Tanpa Boros & Sampah: Tren Zero Waste 2025

VIVATechno – Sebanyak 40 pelajar SMK Ma’arif NU Nusahada Reban mendapat pengalaman unik belajar langsung di perkebunan dan pabrik teh Pagilaran, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa, 29 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Green Jobs Class bertema “Discovering Tea from Leaf to Cup” yang digagas oleh komunitas Inovasi Muda. 

Peduli Korban Kapal Virgo Transport 8, Poles Garut Kunjungi Keluarga

Program ini mengajak generasi muda mengenal industri ramah lingkungan sekaligus peluang kerja hijau (green jobs) secara langsung di lapangan.

Selama kegiatan, para pelajar diajak menyusuri proses produksi teh dari awal hingga akhir mulai dari panen, pengeringan, penyortiran, hingga pengemasan. 

XLSMART dan REMIND Pasang Mesin Otomatis Pengumpul Sampah Gadget di ITB

Mereka juga berdiskusi soal tantangan dan peluang di sektor pertanian berkelanjutan.

“Melalui pelatihan green jobs, mereka tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga pengalaman praktik yang relevan,” ujar  Sugeng, Asisten III Bupati Batang, Selasa 29 Juli 2025.

“Green jobs bukan lagi sekadar wacana, tetapi solusi nyata untuk menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan. Pemerintah Kabupaten Batang mendukung penuh upaya ini sebagai investasi terbaik untuk masa depan yang berkelanjutan,” tambahnya.

Turut hadir pula Ketua Inovasi Muda Restu Andini, Kepala Sekolah SMK Ma’arif NU Nusahada Siti Muntafiah, perwakilan PKK Kabupaten Batang, serta Manajer PT Pagilaran, Waridi.

“Kami memiliki semangat yang sama untuk mentransformasikan ilmu kepada siswa kami. Dengan dukungan ini, kami semakin termotivasi menghadirkan pembelajaran yang lebih luas, salah satunya melalui kunjungan ke Pagilaran,” kata Siti Muntafiah.

Restu Andini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membentuk SDM siap kerja dan peduli lingkungan.

“Melalui kolaborasi ini, Inovasi Muda berkomitmen mempertemukan pemerintah, akademisi, perusahaan, dan masyarakat untuk menciptakan SDM yang cakap dan siap kerja,” terangnya.

“Pertanian tidak akan pernah usang, sehingga penting bagi generasi muda untuk melihat peluang ini. Semoga langkah ini membuka kolaborasi lebih luas dalam membentuk tenaga kerja hijau berkualitas, khususnya di Kabupaten Batang,” ungkapnya.

Selain praktik pertanian, peserta juga dikenalkan pada kampanye ekonomi sirkular UCOIN—gerakan daur ulang minyak jelantah yang bisa ditukar dengan insentif ekonomi untuk kas kelas.

Halaman Selanjutnya
img_title