Microfiber Basah Bikin Mobil Berjamur? Begini Cara Merawatnya Agar Awet

Cara Merawat Lap Microfiber
Sumber :
  • id.pinterest.com

VIVATechno – Microfiber menjadi pilihan utama para pecinta otomotif untuk mengeringkan kendaraan.

Polres Garut dan PLN Resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Liatrik Umum di Lingkungan Polres

Microfiber dengan tekstur halusnya mampu mengurangi risiko goresan pada permukaan body kendaraan.

Microfiber yang berkualitas dapat menyerap air dengan baik sehingga proses pengeringan menjadi lebih cepat.

Motor Listrik Makin Nyaman, Ini Tren Modifikasi Terbaru 2026

Microfiber yang tepat akan membuat kendaraanmu terlihat mengkilap bebas bercak air.

Namun tahukah kamu bahwa microfiber perlu perawatan khusus? Merawat microfiber dengan benar akan memperpanjang umur pakainya.

Kuliah Makin Lancar, Ini Laptop ASUS yang Layak Dibeli Tahun 2026

Microfiber yang tidak dirawat dengan baik akan cepat rusak dan tidak maksimal dalam menyerap air.

Pada artikel ini akan dibahas cara menggunakan dan merawat lap microfiber yang benar.

Teknik Menggunakan Lap Microfiber yang Tepat

Dalam proses pengeringan kendaraan, dibutuhkan lebih dari satu lap microfiber.

Idealnya, kamu memerlukan minimal dua jenis lap: microfiber reguler dan lap chamois (kanebo).

Microfiber reguler digunakan untuk bagian body seperti plastik kulit jeruk dan permukaan cat.

"Ketika microfiber basah, ia akan meninggalkan bercak air. Bila kita tidak mengeringkan bercak air ini, dia akan menjadi waterspot atau jamur," terang instruktur dari GRASS Indonesia dalam videonya di YouTube.

Sementara itu, lap chamois lebih cocok untuk bagian bawah kendaraan seperti suspensi, arm depan dan belakang, cakram, knalpot, dan velg.

Membedakan penggunaan lap ini penting untuk menghindari kontaminasi silang dari kotoran yang lebih kasar di bagian bawah kendaraan.

Mengatasi Sisa Air di Sela-sela Kendaraan

Setelah mengeringkan bagian utama kendaraan dengan microfiber, sering kali masih ada sisa air di sela-sela yang sulit dijangkau.

Air yang tersisa ini bisa menetes ketika kendaraan dibawa jalan dan meninggalkan jejak air yang mengering.

Untuk mengatasi masalah ini, kamu bisa menggunakan air compressor atau kompresor angin.

Alat ini sangat efektif untuk meniup sisa-sisa air di tempat yang sulit dijangkau oleh lap. Teknik ini sangat membantu untuk area seperti celah-celah lampu, spion, dan sambungan body.

Pastikan kamu mengeringkan kendaraan secara maksimal sebelum dibawa jalan kembali.

Kendaraan yang benar-benar kering akan terlihat lebih mengkilap dan terhindar dari masalah waterspot yang bisa merusak lapisan cat dalam jangka panjang.

Halaman Selanjutnya
img_title