Jangan Sepelekan! Deterjen Ternyata Berpengaruh ke Kesehatan Kulit
- Istimewa
VIVA - Kasus gangguan kesehatan kulit seperti bruntusan, jerawat, hingga dermatitis masih menjadi keluhan umum di Indonesia, terutama di kalangan perempuan berhijab.
Faktor iklim tropis yang lembap, kebersihan lingkungan, hingga pemilihan produk rumah tangga disebut berkontribusi terhadap munculnya masalah tersebut.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, Tirta Mandira Hudhi, menegaskan bahwa salah satu pemicu yang kerap diabaikan adalah penggunaan deterjen yang tidak sesuai dengan kondisi kulit.
Menurutnya, residu bahan kimia dari deterjen dapat memicu reaksi alergi, terutama pada individu dengan kulit sensitif.
“Bruntusan bisa muncul akibat deterjen yang tidak cocok. Umumnya disebabkan kandungan seperti SLS dan paraben yang memicu iritasi,” ujar Tirta dalam pernyataannya di media sosial.
Ia menyarankan masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih deterjen, khususnya dengan menghindari kandungan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan paraben. Salah satu cara sederhana untuk menguji sensitivitas adalah dengan kontak langsung kulit terhadap air larutan deterjen.
Pengalaman Publik Figur Perkuat Edukasi Pemilihan Produk Aman
Fenomena ini juga diakui oleh YouTuber dan publik figur, Ria Ricis. Ia mengaku pernah mengalami breakout meskipun telah menjaga kebersihan hijab secara rutin. Setelah mengganti produk deterjen, kondisi kulitnya berangsur membaik.
“Awalnya saya pikir karena faktor lain, ternyata deterjen juga sangat berpengaruh,” ujarnya dalam sebuah talk show.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari kampanye edukasi yang dilakukan oleh brand Sayang Hijab yang menekankan pentingnya penggunaan deterjen bebas bahan iritatif. Produk ini diklaim tidak mengandung SLS dan paraben, serta diformulasikan untuk kulit sensitif.
Brand Manager Sayang Hijab, Brigitta D Pricillia, menjelaskan bahwa kampanye edukasi telah dilakukan sejak 2025 melalui berbagai kegiatan seperti talk show, aktivasi komunitas, dan event keluarga.
Fokus utama kampanye adalah meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan berhijab, terhadap pentingnya kebersihan pakaian yang aman bagi kulit.
“Isu kesehatan kulit semakin relevan dan menjadi perhatian publik. Edukasi ini penting agar masyarakat tidak salah memilih produk,” ujarnya.
Kebersihan Pakaian Jadi Faktor Penting dalam Pencegahan
Selain pemilihan deterjen, kebiasaan mencuci pakaian dengan benar juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan kulit. Tirta mencontohkan, pakaian olahraga seperti jersey yang tidak dicuci dengan baik dapat menimbulkan bau dan menjadi sumber bakteri.