Tablet Sudah 5G Tapi Internet Masih Lemot? Ini Penyebab Teknisnya
VIVATechno - Teknologi 5G sering dipromosikan sebagai jaringan super cepat dengan latensi rendah.
Namun dalam praktiknya, tidak sedikit pengguna tablet atau smartphone yang sudah menampilkan ikon 5G tetapi tetap mengalami koneksi lambat atau lag saat browsing, streaming, maupun meeting online.
Fenomena ini bukan hoaks, melainkan dipengaruhi sejumlah faktor teknis di sisi jaringan, perangkat, dan infrastruktur telekomunikasi.
Berikut penjelasan teknis mengapa tablet 5G masih bisa terasa lemot pada 2026 berdasarkan sumber resmi industri telekomunikasi dan riset jaringan.
Cakupan Jaringan 5G Masih Terbatas
Salah satu penyebab utama koneksi terasa lambat adalah ketersediaan jaringan 5G yang belum merata. Di Indonesia, jaringan generasi kelima ini masih dalam tahap ekspansi sehingga tidak semua wilayah memiliki cakupan penuh.
Menurut data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), cakupan jaringan 5G nasional masih sekitar 4,44 persen dari total wilayah. Artinya, sebagian besar area masih bergantung pada jaringan 4G meskipun perangkat pengguna sudah mendukung 5G.
Akibatnya, perangkat seperti tablet akan sering berpindah antara jaringan 5G dan 4G (network fallback), yang membuat pengalaman internet terasa tidak stabil.
Keterbatasan Spektrum Frekuensi
Faktor teknis lain adalah keterbatasan spektrum frekuensi 5G yang digunakan operator.
Teknologi 5G idealnya memanfaatkan spektrum frekuensi tinggi seperti millimeter wave (24–100 GHz) yang mampu memberikan bandwidth sangat besar dan kecepatan tinggi.
Namun, frekuensi ini memiliki jangkauan pendek dan membutuhkan banyak stasiun pemancar tambahan.
Di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, implementasi masih banyak menggunakan low-band atau mid-band, sehingga performa yang dirasakan pengguna belum mencapai potensi maksimal teknologi 5G.
Kepadatan Pengguna dan Network Congestion
Kecepatan internet tidak hanya ditentukan oleh teknologi jaringan, tetapi juga jumlah pengguna yang mengakses jaringan pada saat bersamaan.
Ketika terlalu banyak perangkat terhubung ke satu menara seluler, jaringan dapat mengalami network congestion atau kemacetan data. Kondisi ini mirip dengan jalan raya saat jam sibuk, di mana terlalu banyak kendaraan menyebabkan lalu lintas melambat.
Dalam kondisi tersebut, perangkat tablet yang terhubung ke jaringan 5G tetap bisa mengalami penurunan kecepatan meskipun sinyal terlihat penuh.