MacBook Neo Viral di Dunia, Ini Alasan Banyak Orang Berebut
Keputusan ini menjadi langkah yang cukup berani karena untuk pertama kalinya Apple mengandalkan prosesor kelas smartphone sebagai otak utama laptop.
Hasilnya ternyata cukup mengejutkan.
Dalam penggunaan harian, MacBook Neo mampu menangani multitasking dengan sangat baik. Aktivitas seperti membuka banyak aplikasi, browsing dengan banyak tab, menonton video, hingga pekerjaan produktivitas berjalan tanpa hambatan berarti. Bahkan untuk editing video menggunakan aplikasi populer, performanya masih tergolong impresif di kelas harganya.
RAM 8GB yang Ternyata Masih Mumpuni
Di atas kertas, RAM 8GB mungkin terlihat biasa saja, bahkan terasa pas-pasan jika dibandingkan standar laptop Windows saat ini. Namun integrasi perangkat keras dan perangkat lunak khas Apple membuat pengalaman penggunaan terasa berbeda.
Saat digunakan untuk membuka banyak aplikasi sekaligus, sistem tetap berjalan stabil tanpa gejala lag berlebihan. Efisiensi macOS menjadi salah satu alasan utama mengapa spesifikasi yang terlihat sederhana masih mampu menghasilkan performa yang meyakinkan.
Keyboard, Speaker dan Trackpad Jadi Nilai Jual
Apple juga mempertahankan salah satu keunggulan yang selama ini menjadi identitas MacBook. Keyboard MacBook Neo menawarkan pengalaman mengetik yang nyaman dengan respons tombol yang konsisten.
Trackpad-nya pun terasa presisi dan tetap memberikan sensasi klik yang merata di seluruh permukaan. Sementara itu, kualitas speaker menjadi salah satu kejutan terbesar.
Di kelas harga yang sama, sangat sedikit laptop yang mampu menghadirkan kualitas audio setara MacBook Neo. Detail suara yang jernih serta karakter bass yang kuat membuat pengalaman menikmati musik, film, maupun podcast terasa jauh lebih menyenangkan.
Ada Beberapa Pengorbanan
Meski menawarkan banyak kelebihan, MacBook Neo bukan tanpa kekurangan. Apple menghilangkan lampu backlit pada keyboard, fitur yang sebenarnya sudah cukup umum ditemukan pada banyak laptop Windows di kelas harga serupa.
Selain itu, layar yang digunakan masih mengusung desain bezel lebih tebal dibandingkan MacBook Air terbaru. Refresh rate juga masih berada di angka 60Hz.
Pilihan port yang terbatas serta kapasitas penyimpanan dasar yang tidak terlalu besar juga menjadi pertimbangan bagi sebagian pengguna.