Huawei MatePad Pro Max Resmi Meluncur: Tablet 13 Inci Tertipis di Dunia dengan Layar Anti-Silau Nano-Etching
- Huawei
VIVATechno – Huawei kembali menggebrak pasar gadget global dengan merilis Huawei MatePad Pro Max.
Bukan sekadar tablet biasa, perangkat ini membawa inovasi engineering paling gila yang pernah ada di industri tablet.
Jika mengesampingkan urusan batasan chipset akibat tensi politik, ini adalah tablet dengan perangkat keras (hardware) terbaik dan paling seksi di dunia saat ini.
Apa saja yang membuat tablet bongsor ini begitu istimewa? Mari kita bedah tuntas.
Layar 13,2 Inci Flexible OLED dengan Teknologi "Paper Matte"
Daya tarik utama MatePad Pro Max terletak pada layar lengkung (flexible OLED) berukuran 13,2 inci dengan resolusi 3K.
Alih-alih menggunakan kaca licin biasa, Huawei menyematkan lapisan bertekstur anti-reflective matte menggunakan metode nano-etching langsung ke panelnya.
Banyak yang mengira Huawei meniru langkah Apple pada lini iPad terbaru. Kenyataannya? Huawei justru sudah menerapkan teknologi yang mereka sebut Paper Matte ini sekitar 1,5 tahun lebih dulu sebelum Apple mulai meliriknya.
Layar ini sangat minim pantulan cahaya, tidak licin saat disentuh jemari, dan memberikan sensasi menulis yang sangat natural.
Bezel Tergila 3,5 mm: Kamera Selfie Sembunyi Tanpa Notch!
Kejutan tidak berhenti di situ. Bezel atau bingkai layar tablet ini hanya berukuran 3,5 mm—menjadikannya yang tertipis di industri tablet global.
Hebatnya, meski super tipis, Huawei berhasil membenamkan kamera depan 12 Megapixel tepat di tengah bezel atas tanpa perlu membuat poni (notch) ataupun lubang punch-hole.
Karena posisinya yang presisi di tengah saat posisi landscape, sudut pandang mata kamu saat video call atau meeting online akan terlihat sangat natural dan profesional.
Ketebalan Hanya 4,7 mm, Bagaimana Huawei Melakukannya?
Saat digenggam, Huawei MatePad Pro Max terasa seperti memegang selembar layar masa depan. Ketebalannya hanya 4,7 mm dengan bobot seringan 509 gram saja.
Untuk mencapai ketipisan ekstrem ini, tim engineer Huawei merombak total arsitektur bagian dalam tablet.
Jika tablet lain menumpuk komponen motherboard, RAM, dan sistem pendingin ke atas (stacking), Huawei membuat potongan-potongan presisi pada rangka internal agar komponen-komponen tersebut bisa masuk dan saling mengunci layaknya teka-teki puzzle. Hasilnya, semua komponen berada dalam satu lapisan datar tunggal.