Jangan Tertipu Harga Murah! Ini Alasan Kenapa MacBook M2 Lebih Worth It Dibanding Laptop Core i3 Gen-13
- id.pinterest.com
VIVATechno – Kondisi pasar laptop tanah air saat ini sedang dalam fase yang tidak sehat atau "ambadul". Bayangkan saja, untuk memboyong laptop dengan prosesor Intel Core i3-1315U saja, konsumen kini harus merogoh kocek hingga Rp10,4 jutaan.
Angka yang dinilai sangat tidak masuk akal bagi para pemerhati teknologi.
Dengan harga kulaan distributor yang sudah menyentuh angka psikologis tersebut, harga jual ke konsumen diprediksi akan semakin liar. Lantas, apakah masih layak membeli laptop Windows kelas entry-level di harga dua digit?
Perbandingan Head-to-Head: MacBook M2 vs Windows Core i3
Jika Anda memiliki budget Rp10 juta, menambah sekitar Rp3 juta lagi akan membawa Anda pada MacBook Air M2 yang kini dibanderol di kisaran Rp13 jutaan. Memang ada selisih harga, namun mari kita bedah mengapa selisih itu terasa sangat murah.
1. Performa yang Jauh Panggang dari Api
Intel Core i3-1315U menggunakan seri "U" (Ultra Low Power) yang mengejar efisiensi, bukan kecepatan. Di sisi lain, chip Apple M2 didesain efisien sekaligus kencang.
Berdasarkan pengujian Geekbench dan Cinebench, M2 unggul 55% lebih cepat pada multicore dan 30% lebih cepat pada single core dibandingkan Core i3 Gen-13.
2. Layar Retina vs Layar Standar
Meski layar MacBook sedikit lebih kecil (13 inci), namun teknologi Retina Display memberikan resolusi dan akurasi warna yang jauh lebih menyenangkan di mata, baik untuk kerja kantoran maupun editing ringan.
Build quality MacBook yang menggunakan material premium akan terasa jauh berbeda dibanding feel plastik pada laptop Windows di rentang harga yang sama.
3. Ketahanan Baterai: Langit dan Bumi
Laptop Windows di kelas ini biasanya hanya bertahan 5-7 jam dalam pemakaian riil. MacBook M2? Ia mampu menemani Anda hingga 18 jam. Untuk mobilitas tinggi, MacBook menang telak tanpa perlu pusing mencari colokan.
Masalah Klasik: Update Sistem & Nilai Jual Kembali
Salah satu penyakit kronis Windows adalah auto-update yang sering muncul di waktu tidak tepat. Berbeda dengan macOS yang lebih "sopan" dalam memberikan notifikasi pembaruan.