5 Jenis Aplikasi yang Diam-Diam Bikin Tablet Drop Performa
VIVATechno - Pengguna tablet Android sering mengeluhkan perangkat yang tiba-tiba melambat, cepat panas, atau baterai cepat habis.
Salah satu penyebab utama bukan hanya usia perangkat, tetapi juga jenis aplikasi yang diinstal dan cara aplikasi bekerja di latar belakang.
Sejumlah laporan teknis menunjukkan bahwa aplikasi yang berjalan terus-menerus di background dapat menguras memori, CPU, dan baterai sehingga membuat perangkat terasa lambat.
Bahkan Google mulai memperketat kebijakan terhadap aplikasi yang terlalu banyak menggunakan sumber daya sistem mulai 2026.
Karena itu, pengguna tablet perlu lebih selektif saat menginstal aplikasi, terutama aplikasi yang dikenal “rakus” sumber daya.
1. Aplikasi dengan Aktivitas Background Berlebihan
Aplikasi yang terus aktif di latar belakang dapat membuat tablet bekerja lebih berat. Aktivitas ini sering terjadi pada aplikasi media sosial, aplikasi lokasi, atau aplikasi yang terus melakukan sinkronisasi data.
Menurut laporan Android Authority, aktivitas background yang terlalu sering dapat membuat CPU perangkat tetap aktif dan memperlambat kinerja secara keseluruhan.
Mulai 2026, Google bahkan menandai aplikasi dengan aktivitas background berlebihan karena dianggap menguras baterai dan performa perangkat.
2. Aplikasi dengan Cache dan Data Besar
Aplikasi chat, browser, atau media sosial sering menyimpan banyak cache dan file media. Jika tidak dibersihkan secara berkala, data ini bisa memenuhi penyimpanan internal tablet.
Cache yang menumpuk dapat memperlambat aplikasi dan membuat sistem Android bekerja lebih berat saat membuka data.
Karena itu, pengguna disarankan rutin membersihkan cache atau menghapus aplikasi yang jarang digunakan.
3. Aplikasi dengan Animasi dan UI Berat
Aplikasi dengan animasi kompleks atau tampilan grafis berlebihan sering kali membutuhkan pemrosesan tambahan dari GPU dan CPU.
Dalam banyak kasus, desain antarmuka yang terlalu berat membuat aplikasi membutuhkan memori lebih besar sehingga memperlambat perangkat dengan spesifikasi terbatas.
Tablet dengan RAM kecil seperti 4GB atau 6GB biasanya paling terasa dampaknya.
4. Terlalu Banyak Aplikasi Terinstal
Masalah klasik lain adalah jumlah aplikasi yang terlalu banyak.
Vendor perangkat seperti Lenovo menyebutkan bahwa terlalu banyak aplikasi yang terpasang dapat membuat tablet berjalan lambat karena sistem harus mengelola banyak proses sekaligus. Beberapa aplikasi bahkan tetap berjalan meskipun tidak digunakan.
Cara Mencegah Tablet Menjadi Lemot
Agar performa tablet tetap stabil, pengguna dapat melakukan beberapa langkah sederhana berikut. Hapus aplikasi yang jarang digunakan, tutup aplikasi yang berjalan di background.
Bersihkan cache aplikasi secara berkala, gunakan versi Lite dari aplikasi besar jika tersedia, perbarui sistem operasi dan aplikasi secara rutin. Google juga menyarankan pengguna memeriksa aplikasi yang berjalan di latar belakang karena semakin banyak aplikasi aktif, performa perangkat bisa menurun.
Pengguna Harus Lebih Selektif Instal Aplikasi
Dengan semakin banyaknya aplikasi di Play Store, pengguna tablet perlu lebih berhati-hati sebelum menginstal aplikasi baru.
Memilih aplikasi yang ringan, mengontrol izin akses, serta menghapus aplikasi yang tidak digunakan dapat membantu menjaga tablet tetap cepat dan stabil. Langkah sederhana ini bisa membuat perangkat tetap optimal, bahkan pada tablet kelas menengah sekalipun.*