AC Xiaomi 2,9 Juta Bisa Dikontrol dari HP, Tagihan Listrik Aman!
- YouTube
VIVATechno – Xiaomi resmi terjun ke pasar AC Indonesia dengan produk pertama yang langsung bikin penasaran. Mijia Air Conditioner Pro Eco F bukan AC biasa—ini AC smart yang bisa dikontrol pakai HP dari mana saja. Di tengah keluhan tagihan listrik yang makin tinggi, AC ini datang dengan solusi menarik.
Dengan harga 2,9 juta rupiah (diskon dari harga normal), Xiaomi menawarkan AC 1 PK inverter yang diklaim super hemat listrik. Fitur AIoT-nya memungkinkan integrasi penuh dengan ekosistem smart home Xiaomi. Penasaran seberapa canggih dan worth it AC pertama Xiaomi di Indonesia?
AC Smart Pertama Xiaomi di Indonesia
Xiaomi akhirnya luncurkan produk AC pertama mereka di tanah air. Mijia Air Conditioner Pro Eco F hadir dengan kapasitas 1 PK inverter dan pendinginan 9.000 BTU. Cocok untuk ruangan berukuran sekitar 18 meter persegi, pas banget buat kamar tidur atau ruang kerja.
Desainnya tetap minimalis khas Xiaomi dengan tampilan clean dan modern. AC ini sudah termasuk jasa pemasangan teknisi, jadi beli langsung pasang tanpa ribet. Tersedia dalam warna putih yang gampang menyatu dengan berbagai konsep interior rumah.
## Kontrol Ganda: Remote dan Aplikasi
Pertama, AC Xiaomi ini bisa dikontrol dengan dua cara berbeda. Ada remote fisik dengan kontrol lengkap mulai dari 8 level kecepatan fan hingga pengaturan swing manual dan otomatis. Tapi yang bikin beda adalah kontrol lewat aplikasi Xiaomi Home atau Mi Home.
Setelah pairing ke WiFi rumah, HP jadi remote AC yang bisa diakses dari mana saja. Beda dengan smart IR remote biasa yang cuma mirroring, ini kontrol penuh semua fitur AC. Bahkan bisa setting jadwal dan monitoring konsumsi listrik real-time dari aplikasi.
Hemat Listrik dengan Teknologi Inverter
Kedua, urusan efisiensi listrik ini yang paling menarik. AC Xiaomi menggunakan teknologi inverter yang bisa menyesuaikan kebutuhan pendinginan otomatis. Xiaomi klaim konsumsi listrik bisa serendah 200 watt, padahal AC 1 PK biasanya 700-1.000 watt.
Daya maksimalnya pun cuma 600 watt, makanya dapat rating 5 bintang CSPF untuk efisiensi energi. Dari penggunaan nyata selama hampir sebulan di jam kerja (9 jam per hari), total konsumsi listrik cuma 81 kWh atau sekitar 120 ribu rupiah dengan tarif 1.400 per kWh.