Langkah Mudah Memeriksa Kapasitor Mesin Cuci Rusak atau Tidak

Kapasitor Mesin Cuci
Sumber :
  • AQUA

VIVATechno – Salah satu penyebab umum mesin cuci tidak berputar adalah kapasitor yang rusak.

img_title Rekomendasi Air Fryer Murah 2026, Kapasitas Besar Mulai Rp400 Ribuan

Kapasitor berperan penting dalam memberikan dorongan awal pada motor mesin cuci, baik saat proses mencuci maupun mengeringkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika komponen ini bermasalah, tabung tidak akan berputar dengan normal meskipun mesin menyala.

img_title 3 Elektronik Rumah Tangga yang Tidak Usah di Beli Wajib Tahu!

Untuk itu, penting bagi Anda mengenali gejalanya dan tahu cara mengecek kapasitor dengan benar.

Tanda-Tanda Kapasitor Mesin Cuci Rusak

img_title Mesin Cuci Anti-Kusut Hisense 8.5 Kg Dilengkapi Fitur Steam Alergi, Mesin Cuci Kompetitor Ketar-Ketir
  • Kerusakan kapasitor biasanya bisa dikenali dari beberapa ciri berikut:
  • Mesin hanya mengeluarkan suara dengung, tapi tabung tidak bergerak.
  • Mesin cuci menyala seperti biasa, tapi tidak memutar tabung cuci atau pengering.
  • Tabung baru berputar setelah didorong manual, artinya kapasitor gagal memberikan dorongan awal.
  • Tercium bau gosong dari dalam mesin, bisa disebabkan kapasitor korslet atau terlalu panas.
  • Kapasitor menggembung, retak, atau meleleh secara fisik.

Cara Mengecek Kapasitor Mesin Cuci

Jika Anda ingin memastikan apakah kapasitor masih berfungsi atau tidak, berikut langkah-langkah yang bisa diikuti:

1. Matikan dan Cabut Aliran Listrik

Pastikan mesin cuci dalam keadaan mati dan kabel dicabut dari stop kontak sebelum Anda mulai membongkar bagian dalam mesin.

Ini penting untuk menghindari risiko tersengat listrik.

2. Buka Panel Mesin dan Temukan Kapasitor

Kapasitor biasanya terletak di dekat motor mesin cuci, berbentuk tabung kecil dengan dua terminal (kabel). Warna umumnya putih, abu-abu, atau hitam.

3. Gunakan Multimeter untuk Menguji

Anda bisa menggunakan multimeter digital dengan dua mode pengujian berikut:

  • Mode Ohm (Ω):

Atur multimeter ke mode ohm (resistansi).

Sentuhkan probe merah dan hitam ke masing-masing terminal kapasitor.

Jika jarum bergerak lalu kembali ke nol (atau angka naik dan turun kembali), kapasitor kemungkinan masih bagus.

Jika tidak ada pergerakan sama sekali, atau angkanya tetap 0, kapasitor sudah rusak.

  • Mode Kapasitansi (µF):

Atur multimeter ke mode capacitance (µF).

Hubungkan probe ke dua terminal kapasitor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lihat hasil pengukuran dan bandingkan dengan nilai yang tercantum di bodi kapasitor (misalnya 10µF atau 12µF).

Jika nilainya jauh di bawah standar, atau tidak muncul sama sekali, maka kapasitor perlu diganti.

Halaman Selanjutnya
img_title