AI Jadi Keterampilan Wajib, Microsoft dan Komdigi Perkuat Ekosistem
- id.pinterest.com
"Kementerian Komdigi mengapresiasi dan mendukung program kolaborasi AI Impact Challenge dari Microsoft Elevate Training Centre. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat kedaulatan bangsa di bidang AI," ujarnya.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Startup, Alfreno Kautsar Ramadhan, menegaskan pentingnya menghadirkan berbagai kasus nyata dari masyarakat agar mampu memicu lahirnya inovasi teknologi yang relevan.
AI Bukan Lagi Teknologi Masa Depan
Government Affairs Director Microsoft Indonesia, Widya Listyowulan, mengatakan AI Impact Challenge tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi teknologi, tetapi juga menjadi sarana pengembangan sumber daya manusia digital yang berorientasi pada penyelesaian masalah sehari-hari.
Di sisi lain, CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono, mengungkapkan hasil Indonesia Developer Outlook 2026 menunjukkan bahwa 67,3 persen talenta digital Indonesia telah menggunakan AI setiap hari, sementara 93,6 persen di antaranya merasakan peningkatan produktivitas.
Menurut Narenda, data tersebut menunjukkan bahwa AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan keterampilan yang dibutuhkan saat ini. Ia juga menyebut kolaborasi Microsoft dan Dicoding sejak 2025 telah membuka akses pembelajaran teknologi bagi lebih dari 80 ribu talenta digital Indonesia.
Melalui AI Impact Challenge Innovation Showcase, Microsoft, Komdigi dan Dicoding berharap semakin banyak talenta digital Indonesia yang mampu menghasilkan inovasi berbasis AI yang memberikan dampak sosial maupun ekonomi.
Kolaborasi lintas sektor tersebut juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem AI nasional dan mendorong lahirnya solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan bangsa.