Klungkung Catat Pertumbuhan 5,67 persen, Ini Sektor yang Paling Ngebut

Kabupaten Klungkung
Sumber :
  • Istimewa

VIVATechno - Kabupaten Klungkung mencatat kinerja ekonomi solid sepanjang 2025 dengan pertumbuhan mencapai 5,67 persen, mendekati rata-rata Provinsi Bali. 

Di saat yang sama, angka kemiskinan turun ke titik terendah dalam lima tahun terakhir, memperkuat sinyal pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Klungkung menunjukkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku telah menembus Rp12 triliun. 

Capaian ini disampaikan Kepala BPS Klungkung, Anak Agung Gede Dirga Kardita, dalam audiensi bersama Bupati Klungkung I Made Satria pada Senin, 20 April 2026. Lonjakan PDRB sebesar Rp2,8 triliun dalam tiga tahun terakhir dinilai melampaui capaian satu dekade sebelumnya.

Secara regional, Klungkung menempati posisi keempat dalam pertumbuhan ekonomi di Bali, sedikit di bawah Kabupaten Gianyar. Namun, dari sisi kesejahteraan individu, Klungkung justru mencatatkan performa lebih tinggi. 

Pertumbuhan PDRB per kapita mencapai 5,39 persen, melampaui rata-rata provinsi yang berada di angka 5,16 persen. Indikator ini menunjukkan peningkatan daya beli dan distribusi pendapatan yang lebih merata.

Struktur ekonomi Klungkung juga menunjukkan diversifikasi yang semakin kuat. Sektor transportasi serta akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi, masing-masing di atas 13 persen. 

Meski demikian, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi lebih dari 20 persen terhadap total PDRB. Klungkung juga mempertahankan posisinya sebagai salah satu produsen rumput laut utama di Bali.

Di sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran di Klungkung menjadi yang kedua terendah di Bali. Sementara itu, jumlah penduduk miskin turun di bawah 10 ribu jiwa atau sekitar 5 persen dari total populasi. 

Penurunan ini menjadi indikator penting keberhasilan kebijakan ekonomi daerah yang menekankan keseimbangan sektor.

Bupati Klungkung I Made Satria menegaskan bahwa strategi pembangunan ekonomi pascapandemi tidak lagi bertumpu pada satu sektor. Menurutnya, sinergi antara pariwisata dan pertanian menjadi kunci utama stabilitas ekonomi daerah.

Ia menambahkan bahwa pengalaman selama pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting untuk membangun ekonomi yang lebih tangguh. Pemerintah daerah kini berfokus pada percepatan adaptasi dan peningkatan daya saing lintas sektor, bukan sekadar ekspansi berbasis skala.