Bali Jadi Kunci, Strategi Baru Lintas Dunia Jelang Libur Panjang

Bali
Sumber :
  • Pinterest

VIVATechno – Pelaku industri pariwisata sekaligus influencer, Ferdinand Hamdan, resmi memperluas jaringan bisnisnya dengan membuka cabang baru Lintas Dunia di Bali

Ekspansi ini dilakukan menjelang momentum libur besar Nyepi dan Idul Fitri 2026 yang dinilai menjadi periode strategis bagi sektor perjalanan.

Perusahaan Lintas Dunia yang berbasis di Kalimantan Barat tersebut sebelumnya telah hadir di Jakarta dan Yogyakarta. Kehadiran cabang Bali menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat penetrasi pasar wisata domestik sekaligus internasional.

Ferdinand menilai Bali masih menjadi episentrum pariwisata global yang memiliki daya tarik kuat, terutama saat terjadi pertemuan momentum budaya seperti Nyepi dan Lebaran dalam waktu berdekatan.

“Bali merupakan pusat pariwisata dunia. Momentum Nyepi dan Lebaran tahun ini mencerminkan harmoni budaya Indonesia. Kami melihat ini sebagai peluang untuk menghadirkan layanan perjalanan yang lebih terintegrasi,” ujar Ferdinand, Senin 23 Maret 2026.

Perkuat Konektivitas Wisata

Ekspansi Lintas Dunia ke Bali tidak hanya berfokus pada perluasan bisnis, tetapi juga pada peningkatan kualitas pengalaman wisata. 

Perusahaan ini menargetkan layanan perjalanan yang lebih terkurasi, termasuk pengemasan paket wisata yang relevan dengan kebutuhan wisatawan modern.

Dengan meningkatnya tren perjalanan pascapandemi, kebutuhan akan layanan yang personal dan berbasis pengalaman dinilai semakin tinggi.

Lintas Dunia Bali diharapkan dapat menjawab kebutuhan tersebut, sekaligus memperkuat konektivitas antar destinasi.

Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem pariwisata yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di Indonesia dengan pasar global.

Peluncuran Borneo Wander, Platform Media Pariwisata dan Budaya

Bersamaan dengan ekspansi bisnis, Ferdinand juga meluncurkan platform media baru bernama Borneo Wander. 

Platform ini difokuskan pada penyajian informasi terkait budaya, pariwisata, serta kehidupan masyarakat di Pulau Borneo. Borneo Wander dihadirkan sebagai medium edukatif yang mengangkat narasi lokal ke tingkat global.

Konten yang disajikan mencakup destinasi wisata, tradisi budaya, hingga perspektif kehidupan masyarakat yang jarang terekspos.

Menurut Ferdinand, Borneo memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dikenal oleh dunia internasional, baik dari sisi kekayaan alam maupun keragaman budaya.