Apple Kirim 600 Ton iPhone dari India ke AS untuk Hindari Tarif Baru

iPhone 16e
Sumber :
  • Berbagai Sumber

VIVATechno – Apple dilaporkan mengambil langkah cepat dan strategis demi menghadapi perubahan kebijakan perdagangan Amerika Serikat. 

img_title HP Lipat Tipis di 2026 Resmi Rilis, Tebalnya Cuma 4,1 mm!

Menurut laporan terbaru dari Reuters, raksasa teknologi asal Cupertino ini mengirimkan sekitar 600 ton iPhone—diperkirakan setara dengan 1,5 juta unit perangkat—dari India ke Amerika Serikat sejak bulan Maret 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini diambil untuk menghindari kenaikan tarif impor yang diterapkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump, yang kembali mengeluarkan kebijakan baru dalam sektor perdagangan. 

img_title Platform Ini Ajarkan Cara Membeli Smartphone Sesuai Kebutuhan

Perubahan tarif tersebut membuat banyak perusahaan teknologi kelabakan, termasuk Apple, yang kini sangat mengandalkan rantai pasokan global.

Produksi Dikebut di India

img_title U1me Perkenalkan Charger AVS 45W, Ini Bedanya dengan Fast Charging Biasa

Produksi iPhone di India disebut meningkat drastis menjelang diberlakukannya kebijakan tarif baru. Apple mengandalkan tiga pabrik utama di India, yang dikelola oleh dua mitra manufakturnya: Foxconn dan Tata. 

Bahkan, salah satu pabrik Foxconn dikabarkan tetap beroperasi hingga hari Minggu demi memenuhi target pengiriman sebelum tarif berlaku.

India kini menjadi pusat manufaktur iPhone terbesar setelah China, sebagai bagian dari strategi Apple untuk mendiversifikasi produksi. Sebelumnya, Apple sangat bergantung pada pabriknya di Zhengzhou, Tiongkok. 

Namun, dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan yang tidak stabil, Apple perlahan-lahan mulai mengalihkan produksinya.

Strategi Menimbun iPhone: Solusi Sementara?

Mengirim jutaan iPhone lebih awal ke Amerika Serikat disebut sebagai taktik mengulur waktu. 

Dengan menimbun stok iPhone sebelum tarif baru berlaku, Apple berharap bisa tetap menjual perangkatnya tanpa harus menaikkan harga secara drastis ke konsumen.

Namun, strategi ini tidak sepenuhnya menghindarkan Apple dari dampak tarif di masa depan. 

Ini kemungkinan hanya solusi jangka pendek, sambil menunggu kebijakan dagang yang lebih pasti atau menemukan alternatif strategi produksi yang lebih stabil.

Masa Depan iPhone Masih Tanda Tanya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Produksi iPhone 14 diperkirakan akan dihentikan pada September 2025, menjelang kehadiran iPhone 17. Hal ini menambah ketidakpastian dalam rantai pasok dan distribusi Apple. 

Belum diketahui apakah iPhone 14 akan terus diproduksi secara paralel, atau benar-benar dihentikan ketika model baru tiba.