Ini Dia 3 Pengaturan di iPhone yang Harus Segera Dinonaktifkan untuk Melindungi Data Pribadi Anda

Hacker
Sumber :
  • id.pinterest.com

VIVATechno – Pakar keamanan siber baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius kepada miliaran pengguna iPhone di seluruh dunia. 

img_title Bahaya Lupa Amankan Data Digital, Pakar Siber Ungkap Modus Peretasan Baru!

Mereka menyarankan untuk segera menonaktifkan tiga pengaturan bawaan yang secara default aktif di perangkat Apple, yang dapat membuka celah bagi peretas untuk mencuri informasi pribadi pengguna. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengaturan ini berisiko tinggi terhadap keamanan data sensitif seperti nomor identitas, data kartu kredit, kata sandi, foto pribadi, hingga alamat rumah. Berikut adalah penjelasan mendalam tentang pengaturan tersebut:

img_title 7 HP Redmi Terbaik 1–2 Jutaan 2026: Baterai Jumbo, Layar 144Hz, dan Kamera 108MP

1. Wi-Fi dan Bluetooth: Ancaman dari Jaringan Palsu

Pengaturan pertama yang perlu diperhatikan adalah Wi-Fi. Secara default, iPhone mencari jaringan Wi-Fi secara otomatis. 

img_title HP Lipat Tipis di 2026 Resmi Rilis, Tebalnya Cuma 4,1 mm!

Meskipun ini terasa praktis, namun dapat berisiko besar. Perangkat Anda bisa saja terhubung dengan hotspot berbahaya yang dikendalikan oleh peretas. 

Hal ini memungkinkan peretas untuk mencuri data bahkan setelah Anda memutuskan koneksi.

Badan Keamanan Nasional AS (NSA) menyebut metode serangan ini sebagai serangan “evil twin”, di mana peretas menyamarkan jaringan Wi-Fi mereka agar terlihat seperti jaringan resmi, misalnya milik hotel atau restoran terdekat. 

Kaspersky juga menilai ini sebagai ancaman terbesar terhadap keamanan Wi-Fi gratis.

Untuk melindungi perangkat Anda, disarankan untuk menonaktifkan fitur ‘Auto-Join Hotspot’ pada pengaturan Wi-Fi. 

Selain itu, hindari menggunakan jaringan Wi-Fi publik yang tidak memerlukan kata sandi, karena sangat rentan terhadap pencurian data. Hal serupa berlaku untuk Bluetooth. 

Biarkan Bluetooth aktif dapat mempercepat habisnya daya baterai dan membuka celah serangan “BlueBorne”, yang memungkinkan peretas untuk mengambil alih perangkat.

2. Layanan Lokasi: Mencegah Pelacakan Berlebihan

Pengaturan kedua yang harus diperhatikan adalah layanan lokasi. Banyak aplikasi meminta izin untuk mengakses lokasi pengguna, baik hanya saat digunakan atau sepanjang waktu. 

Memberikan izin lokasi terus-menerus dapat menjadi celah bagi peretas untuk melacak pergerakan pengguna secara real-time.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Contoh nyata adalah peretasan yang terjadi pada aplikasi Gravy Analytics pada Januari lalu, yang menyebabkan kebocoran data lokasi pengguna. 

Data ini sangat sensitif dan dapat digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk tujuan pelacakan atau pencurian identitas.

Halaman Selanjutnya
img_title