Daftar HP yang Harganya Turun Drastis, Performa Masih Siap Bertahun-tahun
- id.pinterest.com
VIVA Techno – Persaingan industri smartphone sepanjang 2026 semakin ketat. Hampir seluruh produsen berlomba merilis perangkat baru dalam waktu yang berdekatan, mulai dari segmen entry-level hingga flagship premium. Dampaknya bukan hanya menghadirkan lebih banyak pilihan bagi konsumen, tetapi juga memicu penyesuaian harga lebih cepat dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Fenomena tersebut membuat pertengahan tahun menjadi salah satu momen paling menarik untuk membeli smartphone. Perangkat yang saat peluncuran dibanderol cukup tinggi kini sudah mengalami penurunan harga signifikan, sementara kemampuan yang ditawarkan masih sangat relevan untuk digunakan beberapa tahun ke depan.
Mengutip laporan beberapa media teknologi dan kanal YouTube yang rutin memantau perkembangan harga smartphone, ada sejumlah model yang kini menawarkan rasio harga dan spesifikasi jauh lebih menarik dibanding saat pertama kali dipasarkan.
Di kelas paling terjangkau, Nubia A76 5G menjadi salah satu pilihan yang layak diperhitungkan. Layar IPS LCD 6,75 inci dengan refresh rate 90Hz dipadukan chipset Unisoc T765 5G, RAM 8GB, memori internal 128GB, kamera utama 50MP, kamera depan 8MP, serta baterai 5.000mAh dengan pengisian cepat 22,5W.
Kehadiran jaringan 5G menjadi nilai lebih yang cukup penting. Di tengah perluasan layanan 5G di berbagai daerah, konsumen tidak hanya membeli smartphone untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga investasi penggunaan beberapa tahun mendatang. Pada kelas harga entry-level, fitur tersebut masih belum dimiliki semua pesaingnya.
Segmen Rp2 jutaan juga semakin menarik berkat turunnya harga Realme C100. Dari kisaran Rp3,8 jutaan saat awal meluncur, kini perangkat tersebut bisa ditemukan di level Rp2 jutaan.
Perangkat ini menawarkan layar 6,8 inci 120Hz, chipset MediaTek Helio G92 Max, RAM 8GB, penyimpanan 256GB, kamera utama 50MP, serta baterai jumbo 8.000mAh yang didukung pengisian cepat 45W.
Kapasitas baterai sebesar itu menjadi salah satu daya tarik utama. Bagi pekerja lapangan, mahasiswa, maupun pengguna yang aktif bermain gim dan menonton video, daya tahan panjang dapat mengurangi ketergantungan terhadap power bank maupun pengisian daya berulang sepanjang hari.
Salah satu model yang paling mencuri perhatian adalah Redmi Note 14 Pro 5G. Harga varian 8GB/256GB kini sudah turun ke kisaran Rp3 jutaan dari sebelumnya sekitar Rp4,39 juta.
Smartphone tersebut menghadirkan layar AMOLED 1,5K 120Hz dengan tingkat kecerahan hingga 3.000 nits, perlindungan Gorilla Glass Victus 2, sertifikasi IP68, chipset MediaTek Dimensity 7300, kamera utama 200MP dengan OIS, serta baterai 5.110mAh yang mendukung fast charging 45W.
Penyesuaian harga membuat posisinya semakin kuat di kelas menengah. Fitur seperti sertifikasi tahan air, layar berkualitas tinggi, dan kamera beresolusi besar sebelumnya lebih identik dengan smartphone premium, sehingga kini memberikan nilai lebih bagi pengguna yang ingin mendapatkan pengalaman flagship tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Persaingan juga semakin ramai dengan hadirnya Motorola G86 Power dan Motorola Edge 60 Fusion yang mulai mengalami koreksi harga.
Motorola G86 Power mengandalkan layar OLED 120Hz, chipset Dimensity 7300, kamera utama 50MP OIS, kamera depan 32MP, serta baterai 6.720mAh.
Sementara itu, Edge 60 Fusion menawarkan panel P-OLED quad curve 120Hz, chipset Dimensity 7400, RAM hingga 12GB, penyimpanan sampai 512GB, kamera utama 50MP OIS, kamera ultra-wide 13MP, kamera depan 32MP, baterai 5.500mAh dengan TurboPower 68W, sertifikasi IP68, serta standar militer.
Turunnya harga kedua perangkat tersebut memperlihatkan keseriusan Motorola untuk kembali bersaing di Indonesia. Kombinasi desain premium, layar berkualitas, dan fitur ketahanan menjadi strategi yang dapat menarik perhatian pengguna yang ingin tampil berbeda dari merek-merek yang sudah lebih dahulu mendominasi pasar.
Di kelas menengah premium, vivo V50 kini dijual sekitar Rp4,5 hingga Rp4,9 jutaan dari harga awal sekitar Rp6,5 juta.
Layar AMOLED melengkung 120Hz dipadukan Snapdragon 7 Gen 3, kamera utama 50MP OIS, kamera ultra-wide 50MP hasil kolaborasi dengan ZEISS, RAM 8GB, penyimpanan 256GB, baterai 6.000mAh, dan pengisian cepat 90W.
Kolaborasi bersama ZEISS tetap menjadi pembeda yang menarik. Bukan hanya soal angka megapiksel, tetapi juga kualitas reproduksi warna dan karakter foto yang menjadi pertimbangan pengguna yang gemar membuat konten maupun mengabadikan momen sehari-hari.
Untuk penggemar gaming, Infinix GT 50 Pro menjadi salah satu perangkat dengan peningkatan value paling besar setelah mengalami penurunan harga sekitar Rp1 juta.
Layar AMOLED 1,5K 144Hz, chipset MediaTek Dimensity 8400, RAM 12GB, penyimpanan 512GB, baterai 6.500mAh, dan fast charging 45W memberikan kombinasi yang menarik untuk menjalankan gim modern.
Refresh rate 144Hz masih menjadi fitur yang relatif jarang ditemui pada kelas harga tersebut. Hal ini membuat pengalaman bermain terasa lebih mulus sekaligus memberikan keuntungan saat memainkan gim kompetitif yang membutuhkan respons layar cepat.
Sementara itu, Samsung Galaxy A57 kini berada di kisaran Rp5,9 juta hingga Rp6 jutaan.
Perangkat tersebut mengusung layar Super AMOLED 120Hz, chipset Exynos 1680, kamera utama 50MP OIS, kamera ultra-wide 12MP, kamera depan 32MP, serta baterai 5.000mAh dengan pengisian cepat 45W.
Bagi banyak konsumen, kekuatan Samsung bukan hanya berasal dari spesifikasi. Dukungan pembaruan sistem operasi yang lebih panjang serta ekosistem perangkat yang matang menjadi alasan mengapa seri Galaxy A tetap memiliki basis pengguna yang kuat untuk penggunaan jangka panjang.
Di sektor fotografi, Tecno Camon 50 Pro menawarkan pendekatan berbeda melalui layar AMOLED 1,5K 144Hz, chipset Dimensity 7400 Ultimate, kamera utama 50MP OIS, kamera telefoto 50MP, kamera depan 50MP, dan baterai 6.500mAh.
Sementara OPPO Reno15 mulai mengalami penyesuaian harga dengan membawa layar AMOLED 120Hz, Snapdragon 7 Gen 4, kamera utama 50MP OIS, kamera telefoto 3,5x, kamera ultra-wide, kamera depan 50MP autofocus, baterai 6.500mAh, serta pengisian cepat 80W.
Meski penurunan harganya belum sedalam beberapa pesaing, OPPO masih mengandalkan pengalaman fotografi dan teknologi pengisian daya cepat sebagai nilai jual utama yang banyak diminati pengguna kelas menengah premium.
Bagi pengguna yang mengejar performa tanpa kompromi, iQOO 15 menjadi salah satu flagship paling menarik setelah harganya turun dari sekitar Rp14 juta menjadi Rp12,8 jutaan.
Spesifikasi yang ditawarkan mencakup layar LTPO AMOLED QHD+ 144Hz berukuran 6,85 inci, Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM hingga 16GB, penyimpanan sampai 1TB, tiga kamera belakang 50MP lengkap dengan OIS, kamera depan 32MP, baterai sekitar 7.000mAh, serta pengisian cepat 100W.
Penurunan harga pada segmen flagship memang sering menjadi waktu terbaik untuk membeli. Selisih harga yang mencapai jutaan rupiah biasanya tidak diikuti penurunan performa, sehingga konsumen memperoleh nilai yang jauh lebih tinggi dibanding saat perangkat pertama kali dirilis.
Melihat perkembangan pasar sepanjang pertengahan 2026, kompetisi smartphone diperkirakan akan semakin berfokus pada kecerdasan buatan (AI), efisiensi chipset, kapasitas baterai yang semakin besar, serta teknologi pengisian daya yang terus berkembang.
Selama belum hadir penerus resmi dari model-model tersebut, momentum seperti sekarang menjadi kesempatan menarik bagi konsumen untuk mendapatkan smartphone dengan spesifikasi tinggi dan harga yang jauh lebih kompetitif.*