Poco M7: Smartphone dengan Baterai 7000 mAh, Tahan 2 Hari Tanpa Cas!
- YouTube
VIVATechno – Poco M7 jadi anomali di kelasnya. HP Poco biasanya identik dengan performa gahar, tapi kali ini lain cerita. Dengan baterai monster 7000 mAh, fokus utamanya adalah daya tahan. Poco M7 menawarkan solusi buat yang sering lupa nge-charge.
Harganya memang mirip Redmi 15, cuma beda Rp100 ribuan. Tapi apakah cuma jualan baterai doang? Mari kita kupas tuntas kemampuan Poco M7 ini. Simak ulasan lengkapnya di bawah.
Poco M7
- YouTube
https://techno.viva.co.id/smartphone/22292-poco-m7-baterai-7000-mah-di-hp-2-jutaan-ekstrem-banget
Daya Tahan Baterai Luar Biasa
Pertama, konsumsi daya super irit. GPS navigation selama 1 jam cuma habis 4% baterai. Zoom meeting 1 jam dengan kamera dan mic nyala hanya menguras 5%. Main Mobile Legends setengah jam sekitar 6% saja.
Kedua, aktivitas berat tetap hemat. Streaming 2 jam cuma turun 6% baterai saja. Live TikTok selama 1 jam hanya menghabiskan 9%. Pemakaian normal bisa bertahan hingga 2 hari penuh.
Ketiga, bisa jadi powerbank darurat. Fitur reverse charging bisa ngecas perangkat lain hingga 18 watt. Cocok banget buat charge TWS atau HP teman yang sekarat. Charging penuh sendiri cuma butuh 1,5 jam pakai charger 33 watt bawaan.
Layar Jumbo dan Performa Standar
Pertama, layar 6,9 inci bikin nyaman nonton. Resolusi Full HD+ dengan refresh rate 120 Hz untuk scrolling smooth. Poco pilih panel IPS LCD, bukan AMOLED. Alasannya lebih tahan lama untuk penggunaan ekstrem berjam-jam.
Kedua, performa Snapdragon 685 cukup standar. Bisa main Mobile Legends di 60 fps stabil. Tapi jangan berharap setting ultra di game berat. Chipset ini memang bukan untuk ngejar performa tinggi. Ketiga, HyperOS 2 sudah smooth untuk harian. Fitur AI Google Gemini dan Circle to Search juga tersedia.
Kamera Standar Tapi Cukup
Pertama, kamera utama 50 MP untuk foto harian. Di siang hari, detail dan warna cukup terangkat dengan baik. HDR bekerja oke asal cahaya cukup. Mode Night juga membantu di kondisi minim cahaya.
Kedua, video masih goyang tanpa stabilisasi. Rekam sambil jalan bakal berasa efek gempa bumi. Lebih baik pakai gimbal atau rekam diam saja. Autofokus juga agak lambat dengan transisi yang terasa. Ketiga, kamera depan Full HD 30 fps. Cukup buat video call atau konten sederhana.