Redmi 15C: HP Sejutaan Layar Jumbo Baterai Tahan Maksimal
- YouTube
VIVATechno – Xiaomi baru saja merilis Redmi 15C dengan harga mulai Rp1,6 juta. HP ini menawarkan layar besar 6,9 inci dan baterai jumbo 6.000 mAh. Tapi, apakah spesifikasinya sepadan dengan harga yang ditawarkan?
Banyak yang menanti kehadiran ponsel entry-level dengan fitur mumpuni. Redmi 15C hadir sebagai jawaban bagi yang mencari smartphone terjangkau dengan daya tahan baterai maksimal. Mari kita kupas tuntas kelebihan dan kekurangannya.
Redmi 15C
- YouTube Wisnu_hy
Desain Bongsor dengan Pilihan Warna Menarik
Redmi 15C tampil dengan desain yang cukup aman. Bodinya tergolong bongsor dengan berat mencapai 205 gram. Varian warna orange memiliki detail bling-bling yang cukup menarik
Di sisi kanan terdapat tombol volume dan tombol power yang merangkap sebagai fingerprint scanner. Sementara di sisi kiri ada SIM tray triple slot yang bisa menampung dua kartu nano SIM plus satu kartu micro SD tambahan. HP ini sudah dilengkapi NFC dan IP rating IP64 yang tahan cipratan air ringan.
Performa Standar untuk Harga Sejutaan
Redmi 15C ditenagai chipset MediaTek Helio G81 Ultra dengan fabrikasi 12 nanometer. Skor AnTuTu versi 11 berada di angka 377.000. Angka ini sebenarnya standar saja untuk smartphone entry-level.
Untuk gaming Mobile Legends, HP ini dapat settingan grafik ultra dengan frame rate super. Frame rate mentok di 60 fps dengan rata-rata 48 fps. Beberapa frame drop sering terjadi saat war besar.
Pengujian Game PUBG Mobile
Pada PUBG Mobile, settingan yang didapat adalah smooth ultra. Frame rate rata-rata berada di 38 fps. Performanya cukup enak untuk dipakai dan frame drop jarang terjadi di settingan ini.
Sayangnya, HP ini belum support gyroscope. Untuk Genshin Impact, sebaiknya di-skip karena Helio G81 tidak akan nyaman untuk memainkan game berat tersebut. Secara keseluruhan, performa kurang nendang untuk harga Rp1,6 juta.
Sistem Operasi dan Update Jangka Panjang
Redmi 15C menggunakan HyperOS 2 berbasis Android 15. Xiaomi memberikan jaminan 4 kali major update dan 6 tahun security patch. Update yang panjang ini memang menggembirakan.
Namun, chipset entry-level membuat HP ini kemungkinan akan terasa lemot setelah 2-3 tahun pemakaian. Smartphone ini juga belum support Xiaomi Hyper AI, tapi masih bisa dimaklumi mengingat positioningnya.