Gandeng SmartSens, Xiaomi 16 Pro Max Siap Rebut Tahta Kamera HP Android
- notebookcheck
VIVATechno – Xiaomi tampaknya siap mengguncang peta fotografi mobile dengan peluncuran flagship terbarunya, Xiaomi 16 Pro Max.
Menurut bocoran terbaru, perangkat ini akan menjadi smartphone pertama yang dibekali sensor kamera SmartSens 590, menggantikan sensor Sony yang selama ini mendominasi pasar ponsel Android kelas atas.
Sensor ini memang hanya beresolusi 50MP, namun ukuran fisiknya 1/1.28 inci, menjadikannya salah satu sensor besar di industri smartphone.
Dibangun dengan arsitektur 22nm, SmartSens 590 menjanjikan peningkatan signifikan dalam performa cahaya rendah, rentang dinamis, dan kecepatan fokus otomatis, semuanya dengan efisiensi daya dan panas yang lebih baik.
Xiaomi Tinggalkan Sony, Pilih Sensor Lokal
Langkah Xiaomi meninggalkan Sony, khususnya seri IMX yang selama ini jadi tulang punggung fotografi flagship Android, merupakan sinyal besar.
Dengan memilih SmartSens, Xiaomi percaya diri untuk menyandingkan kekuatan perangkat keras lokal dengan inovasi teknologi kamera terbaru.
Sensor ini membawa sejumlah fitur unggulan seperti:
- LOFIC 2.0: Teknologi untuk menyeimbangkan area bayangan dan sorotan ekstrem
- QPD (Quad Pixel Detection): Autofokus cepat dan presisi tinggi
- Proses fabrikasi 22nm: Hemat daya dan tetap dingin saat pemakaian berat
- SmartSens 590 bukan hanya alternatif, ia ditujukan sebagai fondasi kamera flagship masa depan.
Kolaborasi Leica dan AISP 2.0: Kombinasi yang Semakin Tajam
Dukungan teknologi pemrosesan gambar AISP 2.0 dan kalibrasi optik dari Leica akan melengkapi kekuatan sensor baru ini.
Kombinasi tersebut diharapkan mampu mendorong kualitas kamera Xiaomi mendekati level DSLR, terutama dalam hal kejernihan, kecepatan pemrosesan, dan fleksibilitas di kondisi minim cahaya.
Dengan efisiensi termal dari proses 22nm, Xiaomi 16 Pro Max akan tetap stabil bahkan saat merekam video 4K dalam durasi panjang atau memotret bertubi-tubi di malam hari.
Sementara itu, LOFIC 2.0 memperluas rentang dinamis untuk hasil foto yang lebih seimbang dan natural, tanpa perlu banyak proses pengeditan pasca-pemotretan.
QPD: Revolusi Autofokus di Smartphone
Autofokus sering menjadi titik lemah kamera smartphone, khususnya dalam kondisi bergerak cepat.
Di sinilah QPD berperan besar. Teknologi ini mampu mengunci fokus secara lebih akurat dan cepat, baik untuk fotografi potret maupun perekaman video aksi.