Aplikasi Booster dan Cleaner di Play Store Ternyata Cuma Gimik! Bikin Ponsel Lemot dan Bisa Curi Data
- Google Play
VIVATechno – Saat ponsel mulai lemot, banyak pengguna tergoda mengunduh aplikasi booster, cleaner, atau battery saver dari Play Store. Dengan iklan menjanjikan dan rating tinggi.
Aplikasi-aplikasi ini tampak seperti solusi instan. Tapi benarkah mereka bekerja sesuai klaim? YouTuber teknologi, Adam dari kanal Duzzle, mengungkap bahwa banyak dari aplikasi tersebut tak hanya tidak berguna.
Tapi justru bisa memperlambat HP atau bahkan menyebarkan malware. “Percayalah, itu semua cuma gimik,” tegasnya dalam video berjudul "Industri Scam Aplikasi Booster dan Cleaner HP Android."
Berikut penjelasan mengapa aplikasi sejenis tersebut dianggap gimik yang telah kami rangkum untuk Anda:
1. Aplikasi Booster, Hanya Gandakan Fungsi Sistem Bawaan
Adam menjelaskan, aplikasi seperti Game Booster atau RAM Cleaner sebenarnya hanya menduplikasi fitur yang sudah ada di Android.
“Sistem Android dari dulu udah bisa tutup aplikasi latar belakang sendiri. Kalau ditambahin aplikasi booster, malah jadi bentrok. Yang ada, buka aplikasi jadi makin lambat,” jelasnya.
2. Battery Saver: Sekadar Animasi Tanpa Efek Nyata
Aplikasi penghemat baterai pun tak luput dari kritik. Mereka hanya menampilkan animasi seolah-olah daya baterai sedang dioptimalkan. “Nyatanya enggak ada yang berubah.
Kalau HP kamu nggak support fast charging, ya ngecas-nya tetap lambat,” ujar Adam. Ia juga menyebut adanya eksperimen yang membuktikan battery saver justru bikin perangkat makin boros.
3. Aplikasi Cleaner dan Antivirus: Dari Gimik ke Scam
Ini yang paling berbahaya. Aplikasi cleaner dan antivirus pihak ketiga seringkali membawa malware tersembunyi.
“HP kalian sebenarnya sudah punya antivirus dan cleaner bawaan. Download aplikasi tambahan justru rawan, karena banyak yang diam-diam nyebarin virus dan curi data kalian,” ungkap Adam.
4. Rating dan Review Tinggi? Bisa Jadi Hasil Buzzer atau Efek Plasebo
Lalu, bagaimana dengan rating tinggi di Play Store? Adam membongkar rahasianya.
“Mayoritas review diisi buzzer dari developernya sendiri. Kalaupun asli, user-nya udah kena efek plasebo. Otaknya bilang ‘ini work’ padahal cuma karena tampilan aplikasi yang meyakinkan,” jelasnya.
5. Tujuan Utama Developer: Uang dari Iklan dan Langganan Premium