Meta Dituding Jalankan Proyek Rahasia Uji AI Pesaing Lewat Akun Palsu

Meta AI
Sumber :
  • pixabay

Dokumen internal yang dikutip dalam laporan hanya menyebut proyek tersebut sebagai bagian dari tolok ukur keamanan AI yang komprehensif untuk menghasilkan kumpulan data yang digunakan dalam kepatuhan dan perbandingan antarmodel.

img_title Tecno dan Nubia Dobrak Tren 2026: HP Tipis Baterai Awet Seharian!

Namun, hingga kini belum diketahui secara jelas bagaimana Meta memanfaatkan hasil pengujian tersebut maupun apakah data itu digunakan untuk pengembangan model AI internal perusahaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketidakjelasan ini memunculkan pertanyaan mengenai transparansi proses evaluasi AI, terutama karena pengujian disebut dilakukan tanpa sepengetahuan perusahaan yang mengembangkan chatbot pesaing.

img_title OPPO Reno 16 Pro 5G Rilis: Mengusung Kamera Periskop & Layar 3.600 Nits

Dalam industri AI, pengujian keamanan memang merupakan praktik yang umum dilakukan. Tujuannya adalah menemukan celah sebelum sistem digunakan secara luas oleh masyarakat. Namun, ketika evaluasi dilakukan terhadap layanan milik kompetitor menggunakan identitas palsu dalam skala besar, muncul perdebatan mengenai batas antara riset keamanan dan praktik persaingan bisnis.

Pekerja Kontrak Mengaku Mengalami Trauma

img_title Asisten AI Smartphone Terbaik 2026: Cek Beda Gemini, Siri dan Galaxy AI

Kontroversi tidak berhenti pada metode pengujiannya. Sejumlah pekerja kontrak yang terlibat mengaku mengalami tekanan psikologis akibat harus membaca dan membuat berbagai skenario yang mengandung unsur kekerasan, bunuh diri, pelecehan, hingga penyalahgunaan narkoba.

Mengutip laporan Futurism, salah seorang kontraktor mengatakan selama bekerja ia harus melihat banyak materi yang menurutnya seharusnya tidak perlu dihadapi dalam pekerjaan sehari-hari.

Pekerja lain mengungkapkan bahwa banyak anggota tim merasa terkejut dengan jenis teks yang diminta untuk diuji. Bahkan muncul kekhawatiran apakah pekerjaan tersebut benar-benar berada dalam koridor yang dapat dibenarkan.

Kasus ini kembali mengingatkan pada kritik lama terhadap penggunaan tenaga kontrak dalam industri teknologi. Selama bertahun-tahun, pekerjaan yang berkaitan dengan moderasi konten maupun pengujian keamanan AI kerap dilakukan oleh pihak ketiga yang harus berhadapan dengan materi sensitif secara terus-menerus.

Sebelumnya, Meta juga pernah menghadapi gugatan dari moderator konten Facebook yang mengaku mengalami trauma setelah harus meninjau video pembunuhan, penyiksaan, dan bentuk kekerasan lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meta Membantah dan Pakar Menilai Sudah Melewati Batas

Menanggapi laporan tersebut, Meta menyatakan bahwa pengujian keamanan terhadap model AI merupakan praktik yang lazim dilakukan di industri teknologi untuk mengetahui ketahanan sistem terhadap berbagai jenis penyalahgunaan.

Halaman Selanjutnya
img_title