Pemerintah Gandeng GoVirtual dan Bikin Virtual Tour Indonesia, Ini Dampaknya Buat Ekonomi
- Istimewa
VIVATechno – Transformasi digital kini jadi prioritas utama pemerintah Indonesia. Kementerian PPN/Bappenas udah mulai serius banget soal digitalisasi ini.
Kerja sama strategis antara pemerintah dan PT Teknologi GoVirtual Indonesia udah dimulai sejak Maret lalu.
Kolaborasi ini bakal ngebawa perubahan besar di sektor pariwisata dan investasi daerah.
RPJMN 2025-2029 emang udah ngasih mandat jelas soal transformasi digital. Program ini jadi kunci utama buat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Virtual Tour Jadi Game Changer
Teknologi virtual imersif kayak Virtual Tour, Virtual Reality, sama Augmented Reality bakal jadi andalan. Semua teknologi ini udah terbukti ampuh buat promosi destinasi wisata Indonesia.
Program transformasi digital ini bakal nyentuh berbagai sektor penting. Mulai dari industri, pariwisata, ekonomi kreatif, sampai investasi di daerah.*
"Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi telah menjadi kebutuhan. Digitalisasi harus dapat dimanfaatkan untuk membangun data yang kredibel, mendukung kebijakan strategis, membuka peluang usaha, menarik investasi, dan mendukung ekonomi," ungkap Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati. Pernyataan ini jelas banget nunjukin keseriusan pemerintah.
Implementasi di Berbagai Daerah
GoVirtual sebagai mitra strategis udah mulai implementasi di beberapa daerah. Kota Semarang dan Kabupaten Bogor jadi pilot project pertama yang berhasil.
CEO PT Teknologi GoVirtual Indonesia, Bobby Cendrawanto, bilang teknologi virtual imersif ini bisa diakses dengan mudah.
Bahkan selama penerbangan di berbagai pesawat Indonesia pun bisa diakses dengan resolusi HD.
Pilot Project dan Sosialisasi
Saat ini Kementerian PPN/Bappenas bersama GoVirtual lagi nyiapin pilot project pemetaan sektor prioritas. Program ini bakal pakai teknologi virtual tour yang canggih banget.
Selanjutnya bakal ada sosialisasi program digitalisasi ke pemerintah daerah. Para pemangku kepentingan juga bakal dilibatkan dalam program ini.*