Kenapa Harus Rajin Ganti Oli? Ini Dampak Serius Kalau Sering Telat

Menuangkan Oli
Sumber :
  • Pinterest

VIVATechno –  Oli ibarat darah dalam tubuh kendaraan. Fungsinya sangat vital—melumasi, mendinginkan, dan melindungi komponen mesin. Namun sayangnya, banyak pengendara yang menganggap remeh jadwal ganti oli.

img_title Polres Garut dan PLN Resmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Liatrik Umum di Lingkungan Polres

Padahal, kebiasaan telat mengganti oli bisa memicu kerusakan serius bahkan menurunkan usia pakai motor atau mobil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Telat beberapa hari mungkin terlihat sepele, tapi dampaknya bisa merembet ke performa mesin yang menurun hingga biaya perbaikan membengkak.

img_title Bongkar Isu Overheat Xiaomi Pad 7 Ultra, Calon Pembeli Wajib Tahu!

Berikut penjelasan lengkap mengapa mengganti oli secara rutin adalah keharusan, bukan pilihan.

1. Komponen Mesin Lebih Cepat Aus

img_title Performa Snapdragon 7 Gen 4 di Oppo Reno 16 Mengejutkan

Oli yang sudah tua dan kotor kehilangan kemampuan melumasi secara optimal. Akibatnya, gesekan antar komponen seperti piston dan silinder jadi lebih kasar. Ini mempercepat keausan, bahkan bisa menyebabkan mesin macet. "Pelumas yang tidak diganti tepat waktu akan kehilangan viskositasnya dan tidak mampu melindungi permukaan logam di dalam mesin," ungkap Didi Ahadi, Technical Support PT Toyota Astra Motor.

2. Suhu Mesin Meningkat (Overheat)

Fungsi oli tidak hanya melumasi, tapi juga menyerap panas dari mesin. Jika kualitas oli menurun, kemampuan pendinginan pun terganggu. Mesin bisa mengalami overheat, dan ini bisa merusak komponen vital seperti gasket, kepala silinder, bahkan blok mesin.

3. Muncul Kerak Oli

Jika oli tidak diganti secara berkala, endapan kotoran dan sisa pembakaran akan membentuk kerak di dalam mesin. Kerak ini menyumbat saluran oli, menyebabkan pelumasan tidak merata dan berisiko merusak mesin.

4. Interval Servis Jadi Tidak Efektif

Pabrikan biasanya merekomendasikan interval penggantian oli setiap 2.000–3.000 km untuk motor dan 5.000–10.000 km untuk mobil, tergantung jenis oli dan penggunaan. Mengabaikan interval ini bisa menyebabkan kerusakan yang tidak tercakup dalam garansi servis resmi.

5. Turunnya Performa Kendaraan

Kondisi oli yang tidak optimal menyebabkan respon mesin menurun, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, dan tarikan terasa berat. Ini tentu mengganggu kenyamanan berkendara sehari-hari.

Rekomendasi Waktu Ideal dan Jenis Oli

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Motor: Ganti oli setiap 2.000–3.000 km atau sebulan sekali jika sering digunakan harian.

Mobil: Ganti oli setiap 5.000–10.000 km tergantung jenis oli (mineral, semi-sintetik, atau full sintetik).

Halaman Selanjutnya
img_title